Nama Seto Mulyadi, kerap dipanggil Kak Seto memang sedang sangat tersorot seiring aksinya berusaha melakukan perlindungan terhadap anak-anak Ferdy Sambo, dalang pembunuhan dalam kasus Polisi Tembak Polisi yang mengakibatkan hilangnya nyawa Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Kak Seto menilai bahwa anak-anak Sambo perlu mendapatkan perlindungan karena dikhawatirkan akan mendapatkan perundungan akibat tindak pidana yang dilakukan kedua orangtuanya. Bahkan Kak Seto memberikan sarah bahwa sebaiknya Putri Candrawathi yang juga menjadi salah satu tersangka perencanaan pembunuhan Brigadir J, sebagai ibu dari anak yang masih berusia 1,5tahun, tidak perlu dimasukkan ke lapas akan tetapi cukup menjadi tahanan rumah.
Aksi Kak Seto tersebut mendapat banyak kecaman dari berbagai pihak, karena dianggap membela pihak yang salah dan bersuara hanya ketika anak jendral yang butuh perlindungan. Salah satu protes, dilakukan oleh Analis Pencarian dan Pertolongan (SAR) Basarnas, Joshua Banjarnahor dengan membuat surat terbuka terhadap Kak Seto melalui unggahan di instagram pribadinya. Dalam unggahannya, Joshua menuliskan,
Surat Terbuka untuk @kaksetosahabatanak ,
Bagaimana hukum itu bisa adil dan merata?
Wajar saja stigma hukum selalu tumpul ke atas tapi tajam ke bawah terus berlaku di negeri ini. Bagaimana tidak? Karena alasan anak, ibu PC tidak ditahan sedangkan bagaimana dengan Ibu bayi yang saya pegang ini
Ibunya melahirkan di dalam lapas dan kami hanya diberi waktu satu jam saja oleh petugas untuk membawa keluar anak ini dari lapas
Dan inilah momen pertama kalinya anak ini minum susu dari pendonor, semenjak satu bulan yang lalu kami bawa keluar anak ini dari dalam lapas
Menyertai tulisannya, Joshua memperlihatkan video bayi yang diperkirakan masih dalam usia satu bulan sedang meminum susu melalui botol susu plastik. Sesuai keterangannya, bayi tersebut adalah bayi dari salah seorang narapidana yang sedang berasa di dalam lapas, dan dilahirkan pula di dalam kurungan tersebut. Tidak ada keistimewaan untuk si bayi, bahkan hanya dalam hitungan waktu satu jam sudah harus dibawa keluar dari lapas.
Melihat hal tersebut, maka Joshua mengajukan protes. Karena apa yang terjadi terhadap bayi tersebut, tidak sesuai dengan apa yang diucapkan Kak Seto dalam keterangannya terkait balita dari Sambo dan Putri. Dimana menurut LPAI, anak-anak memiliki hak untuk bersama ibunya dan yang terbaik adalah dibesarkan di luar lapas. "Karena dalam pengalaman kami di dalam beberapa bagian negara, anak-anak yang bersama ibu walaupun itu dalam keadaan di kondisi tahanan, tapi anak-anak akan tumbuh lebih sehat daripada dipisahkan dengan ibunya," kutipan kata-kata Kak Seto Ketua LPAI di Bareskrim, Selasa (23/8) ketika mengusahakan perlindungan untuk anak-anak Sambo.
Baca Juga: CEK FAKTA: Bukan Pelecehan! Putri Candrawathi Mengalami Kekerasan Seksual Oleh Brigadir J
Meskipun ditandai di dalam unggahan Joshua, dan jelas tertulis unggahan tersebut tertuju untuk dirinya, tidak terlihat Kak Seto memberikan tanggapannya. Tidak ada balasan dalam komentar di unggahan tersebut yang ditulis oleh Kak Seto.
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Berseberangan dengan Kak Seto, Saran KPAI, Anak-anak Ferdy Sambo Tidak Perlu Dibuatkan Tempat Khusus di Lapas
-
TRENDING: Demi Anak-anak Sambo, Kak Seto Mengusulkan Putri Candrawathi Menjadi Tahanan Rumah
-
TRENDING: Giliran Kak Seto Dihujat Deolipa Yumara! Disebut Pansos Karena Perjuangkan Hak Anak-anak Sambo Untuk Dilindungi
-
Terjerat Kasus Polisi Tembak Polisi, Kata Kak Seto : Anak Ferdy Sambo Masih Bercita-cita Jadi Polisi
-
Imbas Kasus Brigadir J, Anak-anak Ferdy Sambo di Bully Warganet, Kak Seto Angkat Bicara
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Jelang El Clasico, Ketajaman Lini Depan Persija Jadi Ancaman Serius Pertahanan Persib Bandung
-
BBRI Bagi-bagi Dividen Rp31,47 T Hari Ini, Cek Rekening Anda Sekarang!
-
Pencipta Mortal Kombat Bahas Game Baru, Ingin Hadirkan Karakter Street Fighter
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan
-
Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh
-
5 Clay Mask Mugwort Lokal untuk Wajah Lebih Bersih, Tenang, dan Bebas Kilap
-
Berapa Kilogram Daging Kurban Ideal Per Orang? Ini Penjelasannya
-
CNG Tak Cuma Bermanfaat di Dapur: Ini yang Perlu Dilakukan Indonesia di Industri Otomotif
-
Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa
-
Mustapha Hadji, Maestro Lapangan Tengah Maroko yang Bersinar di Piala Dunia 1998