Seto Mulyadi, alias Kak Seto memang sedang menjadi bulan-bulanan publik. Banyak yang menganggap aksinya sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak dan Indonesia turut campur dalam menangani anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi sebagai bentuk cari muka, dan tidak adil, karena membela keluarga sosok berjabatan.
Sebelumnya, Kak Seto memang pernah memberikan komentar, menurutnya, Putri Candrawathi baiknya menjadi tahanan rumah dikarenakan masih memiliki anak berumur 1,5 tahun. Penangguhan penahanan ini demi kepentingan sang anak. Setelah rekonstruksi, tim penyidik mengabulkan hal tersebut. Putri tidak ditahan dengan alasan kemanusiaan, karena masih memiliki anak kecil. Hanya dikenakan wajib lapor dua kali dalam seminggu.
Setelah pernyataan ini diumumkan oleh Arman Hanis, Pengacara Keluarga Sambo, reaksi masyarakat semakin memojokkan Kak Seto. Karena masyarakat menganggap, hal tersebut dikabulkan atas saran Kak Seto. Dan masyarakat pun mengungkit, banyaknya ibu yang menjadi napi terdahulu, tidak ada yang mendapatkan pendampingan dari Kak Seto. Nyatanya, permintaan penangguhan penahanan tersebut secara langsung dilakukan oleh Arman, bukan oleh Kak Seto.
Lama tak memberikan tanggapan, akhirnya Kak Seto bersuara. Dalam unggahan di akun media sosial, Kak Seto mengungkapkan,
"Terima kasih kepada ibu yang di TikTok, saya simpati. Dan ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap perlindungan terhadap anak sudah semakin meningkat di tatanan masyarakat. Menyadari bahwa banyak ibu-ibu semacam itu, Ibu PC yang juga punya bayi, kemudian berhadapan dengan hukum masuk ditahan. Saya menghadapi itu sudah beberapa kali yah, saya inget 5 atau 6 kali dalam kasus-kasus semacam itu. Salah satunya, saya ingat juga tahun 2014, waktu itu juga seorang selebritis, bahkan saya datang ke sel-nya, kemudian juga saya mendengar kerinduan ke anak. Itu pun saat itu walaupun tidak terlalu viral (jadi membela)," terang Kak Seto.
Kak Seto pun menegaskan bahwa dari dulu ia telah memperjuangkan hal seperti ini, agar pemerintah beri keringanan kepada Ibu-ibu yang memiliki anak kecil dan sedang berhadapan dengan hukum. "Sangat concern, dan itu sudah saya perjuangkan sejak dulu, cuma yah itu tadi tidak pernah terdengar media," jelasnya. Ia pun mengaku sudah melakukan perjuangan terhadap anak napi seperti ini, semenjak tahun 2010. Namun di beberapa kasus, usahanya juga tidak berhasil ketika melakukan pembelaan, karena tidak adanya tanggapan dari negara. "Cuma mungkin istilahnya saat itu memang tidak didengar ya. Makanya saya sedih waktu itu, dan beberapa kasus juga," ujar Kak Seto.
Kak Seto pun mengklarifikasi pernyataannya mengenai anak-anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, dirinya tidak menyangka ketika apa yang dilontarkannya menimbulkan kontroversi dan kesalahpahaman. "Jadi waktu kemarin, saya keluar dari Mabes Polri, ditanya oleh media. Iya, saya spontan bilang bahwa bayi perlu dekat dengan sang ibu. Bagaimana caranya? Jadi tahanan rumah atau di lapas ada tempat khusus buat bayi," Kak Seto menjelaskan.
"Jadi kan ramainya seolah-olah saya ngomong, Ibu Putri tidak di tahan. Itu tidak ada hubungan sama sekali ya," tegasnya. Lalu, Kak Seto menegaskan apa yang dilakukannya bukan hanya untuk Putri Candrawathi, tapi lebih kepada semua ibu-ibu lainnya di Indonesia yang mengalami permasalahan serupa. Kak Seto menambahkan, "Jadi intinya saya ini sudah lama mempunyai pandangan bahwa kalau ada seorang perempuan melahirkan anak. Masih punya bayi lalu terkena kasus pidana nah mohon juga dipikirkan unsur sang bayi ini. Ini adalah untuk perlindungan anak,".
Berita Terkait
-
Kak Seto Dapat Surat Terbuka. Diperlihatkan Bayi Yang Lahir Dalam Lapas, Keluarga Harus Menjemput Bayi Dalam 1 Jam, Kenapa Tidak Dibela?
-
CEK FAKTA: Berseberangan dengan Kak Seto, Saran KPAI, Anak-anak Ferdy Sambo Tidak Perlu Dibuatkan Tempat Khusus di Lapas
-
TRENDING: Demi Anak-anak Sambo, Kak Seto Mengusulkan Putri Candrawathi Menjadi Tahanan Rumah
-
TRENDING: Giliran Kak Seto Dihujat Deolipa Yumara! Disebut Pansos Karena Perjuangkan Hak Anak-anak Sambo Untuk Dilindungi
-
Terjerat Kasus Polisi Tembak Polisi, Kata Kak Seto : Anak Ferdy Sambo Masih Bercita-cita Jadi Polisi
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Perbaiki Tata Kelola MBG, Pimpinan BGN Diminta Jangan Bikin Masalah Baru
-
Prancis vs Inggris: Panggung Perpisahan Deschamps dan Ambisi Rekor Kylian Mbappe
-
Moisturizer Sariayu Mawar untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan Manfaat dan Review Pembeli
-
Keraton Surakarta Bersolek, 11 Kawasan Bersejarah Dipugar Mulai Agustus
-
FKGI Dukung Langkah Kemenhut, Infrastruktur Diminta Lindungi Koridor Gajah
-
Daftar Penjualan Mobil Mewah Juni dan Bocoran Amunisi Baru Jelang GIIAS 2026
-
Gagal Tembus Barikade Polisi, Massa Pendemo Berikan 3 Tuntutan Ini
-
Sempat Memanas, Massa Pendemo Coba Terobos Barikade Polisi Demi ke Patung Kuda
-
Persis Solo Resmi Rekrut Feby Eka Putra, Bidik Promosi ke BRI Super League
-
Sudah Masuk Ranah Pidana, KPK Ungkap Dasar Hukum Tolak Laporan Gratifikasi Raja Juli