/
Kamis, 08 September 2022 | 12:56 WIB
Desain Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur (Situs Pemerintah Kediri)

Bandara Dhoho namanya, berlokasi di Kediri. Merupakan salah satu proyek bandara yang dibangun dengan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Pembangunannya dilakukan oleh PT Gudang Garam, melalui anak perusahaannya PT Surya Dhoho Investama. Kerja Sama Operasi (KSO) bandara ini dilakukan PT Surya Dhoho Investama, bersama PT Angkasa Pura I (Persero). Menteri Perhubungan (MenHub), Budi Karya Sumadi meminta dalam KSO proyek pembangunan bandara baru ini, agar selalu memperhatikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Bandara Dhoho ini akan menjadi bandara pertama di Indonesia yang dibangun dengan pembiayaan swasta murni tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini disampaikan oleh Menhub Budi. "Hal yang luar biasa, saat swasta membangun bandara, sehingga tidak perlu kantong (dana) APBN," kata MenHub Budi.

Rabu, 7 September 2022 kemarin, telah dilakukan penandatanganan perjanjian Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Durasi kerja sama ini adalah 50 tahun sejak bandara dioperasikan. Pada tahap 1 ini, nilai investasinya sebesar Rp6,6triliun. Dan pada tahap 2 senilai Rp1,2triliun, tahap 3 senilai Rp3triliun. Total nilai investasi pembangunan bandara ini mencapai Rp10,8triliun.

Peresmian Penandatanganan Kerjasama Pemerintah bersama PT.Surya Dhoho Investama. (sumber: Antara)

Presiden Direktur PT Suryo Dhaha Investama, yang juga merupakan Direktur Gudang Garam Tbk, Istata Taswin Siddharta menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, karena telah memberikan kepercayaan kepada pihaknya sebagai pemrakarsa proyek KPBU unsolicited Bandara Kediri. “Kami juga sampaikan terima kasih kepada Gubernur Jatim dan Bupati Kediri yang telah membantu kelancaran pembangunan bandara ini. Semoga kehadiran bandara ini memberikan dampak positif bagi kemajuan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah selatan Jawa,” ujar Taswin. Taswin mengatakan pengoperasian bandara ini ditargetkan mulai akhir tahun 2023. "Bandara Dhoho ditargetkan akan beroperasi pada Oktober 2023 mendatang," katanya. Diketahui pembangunan Bandara Dhoho Kediri ini per bulan Juli 2022 telah mencapai 50% Untuk pekerjaan tanah sudah mencapai 83,16%, pada sisi udara atau airside mencapai 15,35% dan sisi darat mencapai 3,06%.

Kehadiran bandara ini diharapkan dapat melancarkan konektivitas antar wilayah khususnya di Jawa Timur bagian selatan, serta mendorong tumbuhnya titik ekonomi baru, pariwisata, dan perdagangan. MenHub Budi mengatakan Bandara Dhoho Kediri ini akan memiliki panjang lintasan mencapai 3.000 meter. Sehingga memungkinkan untuk digunakan sebagai penerbangan komersial, serta keberangkatan jamaah umrah dan haji. "Dari Garuda, dari Batik sudah melirik 'boleh nggak saya ke sana?', boleh. Jadi umrah dan haji memang kita berikan kesempatan kepada tempat itu," kata MenHub Budi. Pembangunan Bandara ini memang diharapkan dapat membantu jamaah dari Kediri dan sekitarnya agar tidak perlu harus ke Surabaya atau Jakarta terlebih dahulum "Kita tahu Kediri dan sekitarnya banyak sekali saudara kita ingin umrah. Dan tidak perlu jauh ke Surabaya maupun ke Jakarta," tuturnya.

Load More