News / Metropolitan
Minggu, 24 Mei 2026 | 21:22 WIB
Aksi Satpo PP usir paksa pedagang es krim sepeda di kawasan HI memicu kecaman. [instagram]
Baca 10 detik
  • Petugas Satpol PP DKI Jakarta melakukan pengusiran paksa terhadap pedagang es krim saat kegiatan Car Free Day berlangsung.
  • Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyampaikan permohonan maaf terbuka atas tindakan represif anggotanya kepada masyarakat umum.
  • Pihak Satpol PP berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh serta akan mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga ketertiban wilayah Jakarta mendatang.

Suara.com - Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh aksi represif petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta.

Sebuah video yang memperlihatkan detik-detik pengusiran paksa terhadap seorang pedagang es krim sepeda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) memicu kecaman luas dari warganet.

Insiden tersebut terjadi di tengah hiruk-pikuk Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD).

Dalam video yang diunggah akun Instagram @publiksia, terlihat sang pedagang berusaha keras mempertahankan sepeda dagangannya yang ditarik paksa oleh sejumlah petugas Satpol PP.

Merespons gelombang kritik publik, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, akhirnya angkat bicara.

Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas tindakan anggotanya yang dinilai kurang elok di mata masyarakat.

“Berdasarkan ketentuan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), kegiatan berjualan tidak diperbolehkan di sepanjang jalur utama HBKB demi menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan masyarakat yang sedang beraktivitas maupun berolahraga,” kata Satriadi saat dihubungi, Minggu (24/5/2026).

Satriadi menjelaskan bahwa secara aturan, jalur protokol memang harus steril dari aktivitas berdagang selama jam CFD berlangsung.

Namun, ia menyayangkan cara penindakan yang dilakukan personelnya di lapangan hingga menimbulkan kegaduhan.

Baca Juga: Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026

Ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan pembelajaran bagi seluruh jajaran Satpol PP agar lebih mengedepankan pendekatan persuasif di masa mendatang.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kritik, saran, dan perhatian yang diberikan masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.

Satriadi menegaskan komitmen institusinya untuk tetap menjaga wajah Jakarta yang tertib namun tetap manusiawi.

“Satpol PP DKI Jakarta akan terus berkomitmen menjaga ketertiban dengan pendekatan yang humanis,” katanya.

Load More