- Petugas Satpol PP DKI Jakarta melakukan pengusiran paksa terhadap pedagang es krim saat kegiatan Car Free Day berlangsung.
- Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, menyampaikan permohonan maaf terbuka atas tindakan represif anggotanya kepada masyarakat umum.
- Pihak Satpol PP berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh serta akan mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga ketertiban wilayah Jakarta mendatang.
Suara.com - Jagat media sosial kembali dihebohkan oleh aksi represif petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta.
Sebuah video yang memperlihatkan detik-detik pengusiran paksa terhadap seorang pedagang es krim sepeda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) memicu kecaman luas dari warganet.
Insiden tersebut terjadi di tengah hiruk-pikuk Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD).
Dalam video yang diunggah akun Instagram @publiksia, terlihat sang pedagang berusaha keras mempertahankan sepeda dagangannya yang ditarik paksa oleh sejumlah petugas Satpol PP.
Merespons gelombang kritik publik, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, akhirnya angkat bicara.
Ia menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas tindakan anggotanya yang dinilai kurang elok di mata masyarakat.
“Berdasarkan ketentuan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), kegiatan berjualan tidak diperbolehkan di sepanjang jalur utama HBKB demi menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keamanan masyarakat yang sedang beraktivitas maupun berolahraga,” kata Satriadi saat dihubungi, Minggu (24/5/2026).
Satriadi menjelaskan bahwa secara aturan, jalur protokol memang harus steril dari aktivitas berdagang selama jam CFD berlangsung.
Namun, ia menyayangkan cara penindakan yang dilakukan personelnya di lapangan hingga menimbulkan kegaduhan.
Baca Juga: Hindari Area Kuningan, Dishub DKI Terapkan Buka-Tutup Jalan Hingga 26 Mei 2026
Ia berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh dan menjadikan peristiwa ini sebagai bahan pembelajaran bagi seluruh jajaran Satpol PP agar lebih mengedepankan pendekatan persuasif di masa mendatang.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kritik, saran, dan perhatian yang diberikan masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pelayanan publik yang lebih baik,” ujarnya.
Satriadi menegaskan komitmen institusinya untuk tetap menjaga wajah Jakarta yang tertib namun tetap manusiawi.
“Satpol PP DKI Jakarta akan terus berkomitmen menjaga ketertiban dengan pendekatan yang humanis,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha
-
Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?
-
Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari
-
Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan
-
Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik
-
Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik
-
BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tak Saling Salahkan soal Asap Karhutla
-
Ratu Tisha: Sepak Bola dan Pendidikan Dapat Berjalan Beriringan
-
1.923 Titik Panas Terdeteksi di Papua Tengah, Nabire Terbanyak
-
DPR Respons Wacana Pengalihan Utang Whoosh ke Kemenkeu