/
Selasa, 17 Mei 2022 | 18:08 WIB
Bertahan Dihantam Pandemi, 5,6 Juta UMKM Jadi Nasabah Baru Bank

TANTRUM - Usaha Mikro Kecil Menengah saat ini sangat berperan penting dalam perekonomian Indonesia. Bahkan, para pengusaha ini mampu bertahan selama masa pandemi COVID-19.

Tercatat, jumlah pelaku UMKM terus bertambah dimana saat ini sudah mencapai 64,2 juta dengan kontribusi hingga 61,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sehingga UMKM juga mampu menyerap tenaga kerja yang besar.

Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia Yunita Resmi Sari menyebutkan, perbankan menyalurkan 21,95 persen dari total kredit kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada kuartal I 2022.

"Pertumbuhan kredit UMKM capai 14,98 persen year on year, ini pertumbuhan kredit yang sangat tinggi," kata Sarinya di Jakarta, di Jakarta, Selasa, 17 Mei 2021.

Ia memaparkan, kredit perbankan tersebut disalurkan kepada 38,9 juta UMKM atau mencapai lebih dari setengah jumlah UMKM di Indonesia yang sebesar 64 juta.

"Jadi ini optimisme kita bahwa UMKM bangkit dengan adanya pertumbuhan kredit UMKM yang menunjukkan UMKM melakukan ekspansi usaha," katanya.

BI mencatat, perbankan juga memberikan kredit dengan jumlah sekitar Rp 15 jutaan saja kepada UMKM yang menunjukkan perbankan telah semakin inklusif terhadap pelaku usaha mikro.

"Ini juga dampak digitalisasi bahwa dengan perkembangan pembiayaan secara digital melalui fintech dan bank digital serta e-commerce, semakin banyak usaha mikro yg akan meningkat dan naik kelas," katanya.

BI juga mencatat sebanyak 5,4 juta pelaku UMKM menjadi nasabah baru perbankan dalam satu tahun terakhir sehingga diharapkan akan semakin banyak UMKM, terutama pelaku usaha mikro, yang melakukan ekspansi usaha.

Load More