TANTRUM - Kejahatan siber kian berkembang seriring perkebangan teknologi digital. Korbannya, bukan hanya pada korporasi, lembaga swasta atau lembaga pemerintah tetapi juga pada individu.
Peneliti keamanan siber di Kaspersky, Roman Dedenok memaparkan temuanya, jika pelaku kejahatan terbukti menyamarkan pencurian data dengan metode email phishing menjadi berkas HTML agar tidak terdeteksi sebagai penipuan.
Ia menegaskan, cara ini digunakan agar surat elektronik tidak terdeteksi sebagai spam atau mengandung virus.
"Para pelaku kejahatan siber dengan cerdik menggunakan permintaan yang disamarkan untuk kredensial masuk dan mengelabui korban yang tidak menaruh curiga agar memasukkan nama pengguna dan kata sandi mereka," kata Dedenok.
Pada periode Januari hingga April 2022, perusahaan Kaspersky memblokir hampir 2 juta surat elektronik phishing yang berisi lampiran HTML.
Peneliti menemukan ada dua metode untuk menyebarkan HTML berbahaya ini. Pertama, berkas HTML berisi tautan phishing. Penjahat siber mengirim berkas HTML berisi teks di dalamnya.
"Agar terlihat meyakinkan, peretas menuliskan surat yang seolah dari insitusi resmi, misalnya pemberitahuan dari bank karena ada transfer dalam nomilan besar," katanya.
Pengguna diminta mengeklik tautan ke situs bank, yang sebenarnya adalah halaman phishing. Agar telihat meyakinkan, penjahat siber meniru tata letak, gambar tulisan hingga logo resmi sebuah institusi. Lalu, korban diminta membuka lampiran HTML dan mengisi sejumlah data.
Model kedua penipuan berbasis HTML, lanjut ia, berupa halaman phishing secara utuh. Korban diminta untuk masuk (login) ke situs palsu tersebut. Supaya terhindar dari pencurian data seperti ini, Kaspersky meminta pengguna internet untuk memeriksa tautan sebelum mengeklik.
"Arahkan kursos ke atas untuk melihat pratinjau URL, periksa apakah ada kesalahan eja atau kejanggalan lainnya. Sebelum memasukkan data-data login, pastikan situs tersebut diawali "HTTPS", yang menunjukkan koneksi ke situs tersebut adalah aman," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Kemendagri Perkuat Sinkronisasi BPHTB dan Pertanahan untuk Percepat Layanan Publik
-
Cetak 9 Juta Talenta Digital: ITSEC Asia Luncurkan Academy Cybersecurity dan AI Berbasis Cyber Range
-
Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan
-
Serangan Siber Terus Meningkat, Perlindungan Data Pribadi Tak Bisa Lagi Hanya Andalkan Teknologi
-
Intip Bisnis Anak Usaha Telkom yang Dinyatakan Pailit
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar
-
3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan
-
Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan