TANTRUM - Stres di lingkungan kerja kerap diabaikan, meski masuk dalam kategori salah satu gangguan kejiwaan.
Padahal jika ditelaah kembali, pengelolaan stres sangat penting dan memiliki peran strategis.
"Data Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKI), dikisaran 15 - 30 persen setiap tahunnya terdapat pegawai yang mengalami stres," ujar anggota PDSKI Teddy Hidayat ditulis Bandung, Senin, 23 Mei 2022.
Teddy mengatakan hal itu menyebabkan menurunnya produktivitas yang berujung kerugian terhadap perusahaan akibat pengaruh buruknya kinerja pegawai.
Teddy menjelaskan stres di tempat bekerja seringkali terjadi tanpa disadari sehingga terlambat mendapatkan pengobatan yang optimal.
"Jika mendapatkan pengobatan yang tepat kata Teddy, sebanyak 70 - 80 persen pegawai yang mengalami stres akan membaik secara signifikan," ungkap Teddy.
Banyak faktor risiko stres di lingkungan kerja seperti tugas tidak sesuai kompetensi, jenjang karir yang tidak jelas, beban kerja yang tinggi serta jam kerja yang tidak fleksibel, penghasilan rendah dan lain sebagainya.
Teddy menerangkan dampak terburuk dari stres di lingkungan kerja bisa mengancam kehidupan keluarga.
"Ancaman itu berupa perceraian, kekerasan dalam rumah tangga dan interaksi sosial pada pekerja," sebut Teddy.
Agar tidak mengalami stres di lingkungan kerja, Teddy menyebutkan terdapat hal yang mudah dalam menangkalnya.
Salah satunya dengan menceritakan kesulitan dan membicarakan secara terbuka tekanan pekerjaan yang sedang dialami, baik terhadap atasan maupun kepada rekan atau teman dekat.
"Mengalirnya kata - kata akan mengurangi beban dan meringankan hati," ujar Teddy.
Tag
Berita Terkait
-
Kisah Menyentuh ibu dan Anak di Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan
-
Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
-
Pajak Cuma 1,5 Jutaan! 5 Mobil Bekas 2010 ke Atas yang Pas untuk Keluarga Kecil, Mulai 60 Juta
-
Ulasan Film Semua Akan Baik-baik Saja: Refleksi Indah tentang Arti Keluarga
-
Tanggung Jawab Tak Terlihat: Beban Emosional Perempuan dalam Keluarga
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Manager Fest 2026 Jadi Ruang Profesional Muda Hadapi Perubahan Dunia Kerja
-
Kim Do Hoon Diincar Jadi Pemeran Utama Film Fantasi-Sejarah Netflix Dochabi
-
Milad ke-84 Jusuf Kalla, Anies Baswedan: Ambon, Poso, dan Aceh Adalah 'Sidik Jari' Pak JK
-
Drama China yang Bikin Susah Skip Episode: Speed and Love
-
Fakta Syekh Ahmad Al Misry Terungkap: Cuma Penerjemah dan Tinggal Menumpang di Rumah Mertua
-
Permintaan Emas Batangan di Indonesia Melonjak 47%, Warga Ogah Lirik Saham?
-
7 Rekomendasi Tanaman Bunga yang Mudah Dirawat di Pot, Sulap Rumah Jadi Asri
-
Ashanty Kuliah S3 di Mana? Raih Gelar Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan
-
Tanggapi Isu Penistaan Agama yang Serang JK, Sudirman Said: Saksi Hidup Beliau Terlalu Banyak
-
Jejak Intelektual Buya Hamka: Menenun Pesan Persatuan Di Lembah Sungai Nil