Menurutnya, perlu kolaborasi yang kuat untuk memperbaiki sanitasi. Pandemi tentu menjadi pelajaran bahwa pentingnya air minum dan sanitasi yang memadai karena itu perlu diselesaikan dengan integrasi.
"Akses air minum dan sanitasi tentu menjadi prioritas semua penting dalam kegiatan ekonomi hingga kesehatan," bebernya.
Perlu diketahui, Stop Buang Air Besar merupakan visi juga misi dari Kota Bandung, yang unggul, nyaman, sejahtera dan agamis. Dimana untuk peningkatan akses sanitasi dan percepatan Kelurahan ODF masuk dalam misi 1 dan sasaran 2 yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam Permenkes Nomor 3 tahun 2014 tentang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan 5 pilar. Juga Perda Nomor 1 tahun 2020 tentang Sistem Kesehatan Daerah (pasal 35).
Lima pilar tersebut, yaitu stop buang air besar sembarangan yang menjadi prioritas target yakni ODF.
Sementara itu, data menunjukan bahwa Kota Bandung sampai dengan bulan April 2021 ODF akses sanitasi mencapai 82.63 persen atau 93 kelurahan.
Berbagai percepatan dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bandung seperti Gebyar Sanitasi, Beresih Jilid 2 dirangkaikan dengan Deklarasi kota Bandung ODF, deklarasi Komitmen Kelurahan ODF hingga pembentukan satgas percepatan ODF.
Di dalamnya menunjukan pembangunan non fisik seperti Komitemen Kelurahan ODF, mengggandeng para tokoh, akademisi dan ulama untuk melakukan pemicu hingga penegakan Perda K3 bersinergi dengan Citarum Harum.
Adapun pembangunan fisik, septictank individu, optimalisssi saluran air limbah PDAM hingga Septictank Komunal Skala Besar - kecil.
Tag
Berita Terkait
-
Skandal Suap dan Gratifikasi Rp2,5 Miliar! Ketua dan Wakil PN Depok Segera Disidang di Bandung
-
Bocor! Eks Real Madrid dan AFC Ajax Disebut Bakal Gabung Persib Bandung
-
Kata-kata Mike van der Hoorn yang Dirumorkan Gabung Persib Bandung
-
Polisi Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri Seperti Narasi Viral
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Jokowi Mulai Keliling Indonesia, Lampung Jadi Tujuan Pertama, Ada Agenda Apa?
-
Sri Sultan Absen dari Agenda Pemerintahan, Paku Alam X Ditunjuk Jadi Plh Gubernur DIY
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
Rp4,6 Miliar Digelontorkan, Mesin Produksi Susu di DIY Diduga Tak Pernah Berfungsi
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Choi Minho SHINee Pamer Teknologi AI Rumah Pintar yang Makin Personal Milik LG