TANTRUM - Menjalani rutinitas setiap hari membuat kita lupa dengan namanya istirahat. Berbagai tugas dalam setiap pekerjaan yang kita emban, acap kali menyita waktu ideal bagi kondisi tubuh.
Salah satunya waktu yang sering dilupakan dan terseret oleh bermacam kesibukan adalah tidur. Banyak orang yang bekerja sampai larut malam, bahkan tidak tidur sama sekali.
Dengan dalih perintah dari perusahaan, tugas kantor dan perintah atasan, waktu tidur sebagian besar masyarakat yang berada kota besar terabaikan.
Namun, ternyata ada cara mengimbanginya yaitu dengan mengatur komposisi makanan yang dikonsumsi.
Menurut ahli gizi (dietizien) Instalasi Gizi Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Dedeh, komposisi makanan ideal untuk menjaga tubuh tetap stabil akibat begadang.
Tentunya harus mengandung energi seimbang asupan makanannya dan memenuhi kaidah makronutrien.
"Makronutrien itu terdapat makanan mengandung energi, karbohidrat, dan protein disebut dengan gizi seimbang. Komposisinya karbohidrat itu sekitar 55 - 60 persen kemudian lemak 20 - 30 persen. Dan harus ada sumber vitamin mineral dari sayuran dan buah 25 gram per hari," kata Dedeh ditulis Bandung, Sabtu, 28 Mei 2022.
Dedeh menjelaskan jumlah sumber vitamin mineral sebanyak 25 gram itu, setara dengan mengkonsumsi sayuran kurang lebih satu mangkok.
Jika tiga kali mengkonsumsinya dengan penambahan buah - buahan kata Dedeh, maka sudah terpenuhi kebutuhan tubuh agar kondisinya stabil. Karena kebutuhan akan lemak, protein dan karbohidrat sudah terpenuhi.
Berdasarkan rumus dietezien terdapat hitungan kadar buah - buahan yang dapat mengganti konsumsi asupan karbohidrat, lemak dan protein.
Antara lain satu buah jeruk identik dengan satu buah pisang ambon, atau satu buah apel Fuji karena senilai kandungannya.
Jika dalam sehari kita mengkonsumsi buah - buahan tiga sampai lima kali dengan bobot serupa, maka kebutuhan perut terpenuhi dalam setiap aktifitas per harinya.
"Kebutuhan gizi seseorang itu sangat berbeda. Idealnya sih dihitung tinggi dan berat badan baru diketahui kebutuhan asupan makanan yang diperlukan. Kegiatan aktivitasnya juga harus dilihat apa banyak duduk, banyak jalan, banyak kegiatan yang lebih ekstrim tingkat aktivitasnya," ujar Dedeh.
Faktor usia juga sangat berpengaruh, dalam penentuan asupan makanan bagi orang dengan kesibukan yang tinggi sampai melupakan waktu tidurnya.
Untuk gradasi usia lebih dari 55 - 65 tahun, berbeda dengan usia yang produktif kebutuhannya. Apalagi untuk gradasi umur anak balita.
Berita Terkait
-
Kumpulan Promo Makanan Akhir April 2026: Ada Kimukatsu, CFC, hingga Subway
-
Indonesia Merugi Rp30 Triliun per Tahun dari Makanan Tidak Aman
-
Contoh Makanan UPF Apa Saja? 5 Jenis Ini Tidak Bagus Buat Gizi Anak
-
7 Dampak Makanan Ultra Proses yang Mengancam Tumbuh Kembang Anak
-
Jelajah Rasa Dunia di Jakarta: MoreFood Expo 2026 Hadirkan Tren Kuliner Global dalam Satu Panggung
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
Terkini
-
Santunan Korban Kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek Harus Dipercepat dan Dipermudah
-
Bos KAI Ternyata Sering Dipanggil Prabowo, Bahas Apa?
-
Kecelakaan Maut KRL Bekasi, Menteri Rosan Pastikan Titah Prabowo Bangun Flyover Segera Diekseskusi
-
Daftar 5 Desa Terdampak Longsor di Cianjur: Jembatan Putus, Belasan Rumah Terancam
-
10 Tanda Anak Menjadi Korban Kekerasan Seksual, Jangan Sepelekan Perubahan Fisik dan Perilaku Ini
-
Truk Rp173 Juta Ditukar Lahan 1 Hektare, Dua Pria Diringkus Polisi Pringsewu
-
Polisi Klaim 10 Jenazah Korban Kecelakaan KAI di RS Polri Kramat Jati Belum Teridentifikasi
-
Cek Fakta: Kakak Adik dari Indonesia Disebut Gabung Jadi Tentara Israel, Benarkah?
-
Disiden Artinya Apa? Rocky Gerung Diberi Julukan Ini Oleh Prabowo
-
Israel Ancam Lebanon dengan 'Api Besar', Ketegangan dengan Hizbullah Kian Memanas