/
Minggu, 29 Mei 2022 | 09:21 WIB
suara.com

Erma menernagkan cuaca menjelang akhir bulan Mei 2022, seharusnya menjadi awal musim kemarau yang kering dan dingin. Ternyata masih menunjukkan karakteristik sebagaimana musim hujan. 

Hal ini ditunjukkan misalnya dengan masih sering terjadi hujan deras dengan petir bahkan kadang disertai angin kencang. 

"Suhu udara pun terasa lebih hangat dan lembap," tukas Erma. 

Pada pagi hari, awan-awan rendah Cumulus congestus masih tumbuh dengan cepat dan mencapai tahap matang pada siang atau sore hari. 

Padahal, awan-awan yang menjadi ciri khas musim kemarau seharusnya berupa jenis awan-awan tinggi Cirro-cumulus atau Cirrus yang menandakan atmosfer sudah minim aktivitas konvektif. 

Load More