- Badai pasir ekstrem melanda Kota Harbin, China, pada Sabtu (31/5/2026) akibat pertemuan massa udara hangat dan dingin.
- Fenomena cuaca langka ini menyebabkan kegelapan total, angin kencang berskala Beaufort 13, serta jarak pandang di bawah 100 meter.
- Dampak badai tersebut meliputi kerusakan infrastruktur, pohon tumbang, gangguan transportasi kereta api, dan perbaikan jaringan listrik oleh petugas.
Suara.com - Kota Harbin di Provinsi Heilongjiang, China, dilanda badai pasir ekstrem yang disertai angin kencang pada Sabtu (31/5/2026).
Fenomena langka tersebut membuat langit mendadak gelap gulita pada siang hingga sore hari dan memicu kepanikan warga yang menyaksikan tembok pasir hitam bergerak menuju kawasan permukiman.
Berdasarkan laporan media lokal, kecepatan angin di sejumlah wilayah mencapai level 13 dalam skala Beaufort.
Jarak pandang bahkan dilaporkan turun hingga kurang dari 100 meter akibat debu dan pasir yang beterbangan.
Banyak warga menggambarkan situasi tersebut seperti adegan film bencana.
Sebagian bahkan menyebut suasana yang terjadi mirip kiamat karena siang hari mendadak berubah menjadi gelap seperti malam.
Kepala Peramal Cuaca Provinsi Heilongjiang, Zhao Ling, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh pertemuan massa udara hangat dan dingin yang sangat kuat.
Pada siang hari, suhu di Harbin melonjak hingga 35,3 derajat Celsius, menciptakan energi atmosfer yang tidak stabil.
Sekitar pukul 15.00 waktu setempat, massa udara dingin bergerak cepat dari arah barat menuju timur dan memicu pelepasan energi yang telah terakumulasi.
Baca Juga: Ulasan Drama Live Up to Your Youth, Ambisi dan Cinta di Kota Beijing Era-90
Kondisi tersebut kemudian membentuk sistem cuaca konvektif garis badai yang menghasilkan angin kencang, petir, dan badai pasir.
Analis cuaca senior China Weather Network, Xin Xin, mengatakan badai pasir pada bulan Mei di Harbin merupakan kejadian yang tidak biasa.
Menurutnya, fenomena ini terjadi akibat benturan udara dingin berkekuatan setara musim dingin dengan udara hangat yang menyerupai kondisi musim panas.
"Dampaknya membuat cuaca konvektif seperti petir dan angin kencang menjadi jauh lebih intens," ujarnya dilansir dari Wenxuecity.com
Seorang pemilik toko di Jalan Tiyu, Harbin, mengaku terkejut saat langit tiba-tiba berubah gelap sekitar pukul 17.30.
Tak lama kemudian, angin kencang menerjang kawasan tersebut hingga menumbangkan pohon besar yang menimpa kendaraan yang sedang terparkir.
Berita Terkait
-
Ulasan Drama Live Up to Your Youth, Ambisi dan Cinta di Kota Beijing Era-90
-
Ulasan Drama Glaze of Love, Kisah Cinta Dua Introver di Ruang Restorasi Kuno
-
Sinopsis You Are My Fateful Love, Drama Baru Miles Wei tentang First Love
-
Dompet Tebal Awal Bulan! 4 Shio Paling Beruntung Finansial dan Karier pada 1 Juni 2026
-
Bermental Tangguh dan Berprinsip Teguh: Filosofi China di Buku Dao De Jing
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Digaji Rakyat tapi Maling, Birokrat dan BUMN Nakal Siap-siap Kena Sikat
-
Rumah Sentul Jadi Materi Pemeriksaan, Febrie Klaim Sudah Dihibahkan ke Anaknya
-
Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Febrie Adriansyah Tak Ditahan
-
Prabowo Pasang Badan untuk Petani, Minta Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri
-
Hotman Paris: Rumah Sentul Milik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Tapi Isinya Milik Orang Lain
-
Didampingi Hotman Paris, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Lolos dari Penahanan Usai Diperiksa 10 Jam
-
Dosen UGM Diancam Sebar Data Pribadi hingga Dilacak Lewat Google Maps Usai Kritik Menteri PU
-
Hadiri Rakorwil PSI Bengkulu, Kaesang Pangarep: Masa Gajah Kalah dari yang Lain?
-
Balita Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Kemen PPPA Usul Asesmen Pengasuhan Sebelum Menikah
-
Terekam CCTV dan Viral di Medsos, Remaja Pengancam Pakai Golok di Citeureup Diringkus Polisi