News / Internasional
Selasa, 02 Juni 2026 | 15:30 WIB
Kota Harbin di Provinsi Heilongjiang, China, dilanda badai pasir ekstrem yang disertai angin kencang pada Sabtu (31/5/2026). [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Badai pasir ekstrem melanda Kota Harbin, China, pada Sabtu (31/5/2026) akibat pertemuan massa udara hangat dan dingin.
  • Fenomena cuaca langka ini menyebabkan kegelapan total, angin kencang berskala Beaufort 13, serta jarak pandang di bawah 100 meter.
  • Dampak badai tersebut meliputi kerusakan infrastruktur, pohon tumbang, gangguan transportasi kereta api, dan perbaikan jaringan listrik oleh petugas.

Suara.com - Kota Harbin di Provinsi Heilongjiang, China, dilanda badai pasir ekstrem yang disertai angin kencang pada Sabtu (31/5/2026).

Fenomena langka tersebut membuat langit mendadak gelap gulita pada siang hingga sore hari dan memicu kepanikan warga yang menyaksikan tembok pasir hitam bergerak menuju kawasan permukiman.

Berdasarkan laporan media lokal, kecepatan angin di sejumlah wilayah mencapai level 13 dalam skala Beaufort.

Jarak pandang bahkan dilaporkan turun hingga kurang dari 100 meter akibat debu dan pasir yang beterbangan.

Banyak warga menggambarkan situasi tersebut seperti adegan film bencana.

Sebagian bahkan menyebut suasana yang terjadi mirip kiamat karena siang hari mendadak berubah menjadi gelap seperti malam.

Kepala Peramal Cuaca Provinsi Heilongjiang, Zhao Ling, menjelaskan bahwa fenomena ini dipicu oleh pertemuan massa udara hangat dan dingin yang sangat kuat.

Pada siang hari, suhu di Harbin melonjak hingga 35,3 derajat Celsius, menciptakan energi atmosfer yang tidak stabil.

Kota Harbin di Provinsi Heilongjiang, China, dilanda badai pasir ekstrem yang disertai angin kencang pada Sabtu (31/5/2026). [Istimewa]

Sekitar pukul 15.00 waktu setempat, massa udara dingin bergerak cepat dari arah barat menuju timur dan memicu pelepasan energi yang telah terakumulasi.

Baca Juga: Ulasan Drama Live Up to Your Youth, Ambisi dan Cinta di Kota Beijing Era-90

Kondisi tersebut kemudian membentuk sistem cuaca konvektif garis badai yang menghasilkan angin kencang, petir, dan badai pasir.

Analis cuaca senior China Weather Network, Xin Xin, mengatakan badai pasir pada bulan Mei di Harbin merupakan kejadian yang tidak biasa.

Menurutnya, fenomena ini terjadi akibat benturan udara dingin berkekuatan setara musim dingin dengan udara hangat yang menyerupai kondisi musim panas.

"Dampaknya membuat cuaca konvektif seperti petir dan angin kencang menjadi jauh lebih intens," ujarnya dilansir dari Wenxuecity.com

Seorang pemilik toko di Jalan Tiyu, Harbin, mengaku terkejut saat langit tiba-tiba berubah gelap sekitar pukul 17.30.

Tak lama kemudian, angin kencang menerjang kawasan tersebut hingga menumbangkan pohon besar yang menimpa kendaraan yang sedang terparkir.

Load More