/
Rabu, 01 Juni 2022 | 13:18 WIB
suara.com

TANTRUM - Tidak dipungkiri bahwa permasalahan seksual menjadi salah satu pokok persoalan yang berdampak besar dalam kehidupan masyarakat.

Banyak permasalahan keluarga terjadi akibat disfungsi seksual, baik pada pria maupun wanita yang pada akhirnya akan mempengaruhi keharmonisan rumah tangga.  

Menurut Eka Viora, Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) yang harus digarisbawahi bahwa sebenarnya problem seksual ini dapat ditangani oleh para psikiater.

Eka mengatakan selama ini ada stigma di masyarakat bahwa psikiater hanyalah menangani penyakit jiwa yang berat saja.

"Namun sebenarnya hal ini tidak benar karena psikiater juga dapat menangani masalah seputar marital intimacy dan problem seksual," ujar Eka dalam keterangan resminya dicuplik dari situs rshs.or.id  Bandung, Rabu, 1 Juni 2022.

Eka menuturkan peran psikiater psikoseksual dan marital dalam mewujudkan kelurga Indonesia yang bahagia dan sejahtera dapat lebih luas.

Dalam mengarungi perjalanan berkeluarga intimasi hubungan seksual antara suami-istri terkadang tak berjalan mulus. 

Permasalahan ini seringkali dijumpai di masyarakat, namun sayangnya tidak banyak yang mau mengungkapkan permasalahan ini kepada ahlinya.

Hal itu dikatakan oleh Nucki Nursjamsi Hidayat, mantan Direktur Medis dan Keperawatan Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

"Di kalangan masyarakat sendiri, seringkali hubungan seks yang kurang atau bahkan tidak memuaskan dianggap suatu hal yang biasa," ungkap Nucki.

Sehingga jelas Nucki, seringkali dilakukan pembiaran atas masalah ini dan kalaupun ada usaha untuk memperbaiki.

Tidak sedikit diantara mereka yang memilih pengobatan tradisional atau alternatif yang kurang bisa dipertanggung jawabkan keamanannya dari sisi medis.

Nucki menyebutkan problema seksual perlu mendapat perhatian dari praktisi kesehatan, karena banyak terjadi di masyarakat.

Namun masyarakat banyak yang tidak mengetahui atau bahkan malu mengungkapkan masalah sosial yang dialaminya.

Load More