TANTRUM - Organsisasi lingkungan hidup di Jawa Barat, Walhi, meminta pemerintah menghentikan pemusnahan sampah medis di masa pademi menggunakan alat incinerator (tungku bakar).
Alasannya hal itu akan menambah buruknya kerusakan lingkungan.
Menurut Haerudinas, Manajer Pendidikan Walhi Jawa Barat, teknologi incinerator ini menghasilkan pencemaran dan polusi udara.
Selain itu Haerudinas mengatakan sisa abu pembakaran belum memiliki lokasi penampungan.
"Kayak misalkan dibeberapa negara maju , di mereka sudah tidak pakai (incinerator) karena sisa abu pembakaran itu ternyata sangat beracun. Dan negara mana yang mau menampung abu itu misalkan, enggak ada yang mau. Itu salah satu bahwa incenerator harus kita tolak, karena itu juga tidak sejalan dengan undang - undang tentang sampah," ujar Haerudinas ditulis Bandung, Jumat, 3 Juni 2022.
Haerudinas menuturkan salah satu negara maju yang kebingungan membuang abu hasil pembakaran sampah adalah Singapura.
Haerudinas mengaku dalam kurun waktu dua tahun terkahir, Pemerintah Singapura belum menemukan pengolahan abu bekas pembakaran sampah.
Haerudinas menuding Pemerintah Jawa Barat melepaskan tanggung jawab atas program pengelolaan sampah.
Hal itu terbukti dengan adanya nota kesepahaman dengan pihak ketiga untuk memusnahkan sampah dengan cara dibakar.
"Pemerintah sebagai konsumen juga kemudian bekerja sama dengan produsen agar tidak perlu lagi membuat kantong - kantong ramah lingkungan di dalam produknya misalnya. Karena produsen sudah menyediakan pembakaran dan lain sebagainya," kata Haerudinas.
Walhi Jawa Barat menyatakan adanya hal ini dapat diartikan pemerintah sudah tidak mempunyai solusi dalam penanganan sampah.
Sehingga memutuskan untuk menggunakan teknologi rumit dan tua serta tidak ramah lingkungan.
Sebelumnya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) melalui PT Jasa Medivest (Jamed) akan menambah kapasitas penanganan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) infeksius hingga 24 ton per harinya, 500 kilogram per jam melalui dua mesin incinerator ramah lingkungan.
Alasannya limbah B3 infeksius di Jawa Barat (Jabar) berpotensi meningkat selama pelaksanaan vaksinasi COVID-19 berlangsung.
Direktur Jasa Medivest Olivia Allan memperkirakan, jika disiapkan empat mesin incinerator maka kapasitas penanganan limbah B3 infeksius mencapai 48 ton per harinya
"Tahun ini, kami upayakan financial close untuk segera terbangunnya tambahan dua mesin incinerator lagi, sehingga total limbah infeksius yang bisa kami musnahkan menjadi 48 ton per hari," kata Olivia pada 5 Februari 2021 lalu.
Olivia mengklaim penanganan limbah medis COVID-19 yang dilakukan Jamed bersifat aman terhadap lingkungan.
Sebab, pemusnahan menggunakan insinerator berbasis teknologi stepped heart controlled air dengan dua proses pembakaran bersuhu 1.000-1.200 derajat celcius, dilengkapi pula alat kontrol polusi udara.
Berita Terkait
-
Alasan Persib Ngotot Rebut Mariano Peralta dari Persija
-
Ditanya Gabung Persib Bandung, Joey Pelupessy Tak Membantah: Kita Lihat Saja
-
Ambisi Besar Balsa Sekulic Bersama Persib Bandung, Tak Sabar Tampil di Kompetisi Asia
-
Polusi Debu Kapur Selimuti Permukiman Warga Citatah
-
Mantan Petinggi Persib Bandung Ditunjuk Jadi Dirut Pos Indonesia
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Surya Paloh Titip Masa Depan Indonesia ke Anak Muda: Tak Bisa Lagi Berharap pada Generasi Tua
-
Sempat Kabur ke Depok, Begal Driver Lalamove di Gunung Masigit Akhirnya Diringkus Polisi
-
Polresta Solo Amankan Dua Pemuda Bawa Clurit di Jebres, Ini Kronologinya
-
Pofesi HR Kini Tak Hanya Urus Administrasi, Tapi Juga Menuju Mitra Strategis Bisnis
-
Waketum PSSI Ratu Tisha Kenalkan Liga Universitas Coca-Cola di Forum PBB
-
Liburan ke Bali Sambil Nonton Festival Musik, Ini Deretan Destinasi Seru di Bali Selatan
-
Prananda Paloh Resmi Pimpin Garda Pemuda NasDem, Surya Paloh Beri Pesan Menyentuh
-
Mengapa Banyak Proyek AI di Perusahaan Indonesia Mandek? Ternyata Bukan Salah Teknologinya
-
Keluar dari 'Zona Tidak Aman', Sarwendah Pilih Tinggalkan Rumah Gono-gini Ruben Onsu
-
Sambut Minat Besar Investor, PLN Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Akselerasi Proyek PSEL