TANTRUM - Industri hulu migas terus difokukan untuk melakukan derisiking dari potensi eksplorasi dengan menyediakan data yang nantinya akan mengundang investor untuk menemukan cadangan besar.
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) telah mendorong kontraktor kontrak kerja sama atau KKKS untuk melakukan kegiatan survei eksplorasi yang masif melalui kegiatan survei eksplorasi di darat, laut, dan udara.
Kegiatan tersebut, bagian dari upaya untuk mencapai target ketersediaan data bagi 128 cekungan yang Indonesia miliki hingga 2024. Tercatat, survei seismik subvulkanik di Pulau Jawa telah mencapai 820 kilometer atau 82 persen dari target sepanjang 1.000 kilometer.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan survei seismik itu dilakukan untuk menemukan sumber-sumber baru minyak dan gas bumi mengingat potensi eksplorasi Indonesia masih kaya karena masih terdapat cekungan yang diyakini mengandung migas namun belum dieksplorasi secara masif.
"Kegiatan survei seismik subvulkanik Jawa adalah bagian dari Indonesia Exploration Blueprint and Strategy, yaitu menggali potensi hidrokarbon yang tertutupi vulkanik," kata Dwi di Jakarta, Minggu, 6 Mei 2022.
Ia menegaskan, kegiatan survei seismik subvulkanik itu dilakukan di sepanjang wilayah selatan Jawa yang ditargetkan rampung 100 persen pada September 2022.
"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam kegiatan ini khususnya PT Pertamina yang telah melakukan kegiatan eksplorasi secara masif," katanya.
Paling tidak, kata Dwi, Perusahaan BUMN tersebut telah melaksanakan kegiatan survei seismik 2D di laut pada open area sejauh 32 ribu kilometer pada tahun 2019 sampai 2020 dan full tensor gravity (FTG) menggunakan pesawat udara di Bird Head dan Akimeugah yang telah selesai akhir tahun 2021.
Tag
Berita Terkait
-
Semua Komponen Ada di RI, Prabowo Luncurkan Motor Listrik MoLiNas Garapan Anak Bangsa
-
Pemerintah Mau Ambil Dividen BUMN dari Danantara saat Utang Negara Cetak Rekor Tertinggi
-
Subsidi LPG 3 Kg Makin Diperketat, Beli Gas Melon Bakal Pakai NIK
-
Proyek LRT City Masih Belum Jelas, Dony Oskaria Turun Tangan
-
Pertamina Lubricants Berharap Harga Oli Tak Naik Lagi
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali