/
Kamis, 09 Juni 2022 | 08:17 WIB
pixabay

TANTRUM - Pandemi covid-19 yang terjadi dua tahun terakhir, menjadikan negara-negara Asia Tenggara menghadapi tantangan terkait dinamika politik, regional, sosial ekonomi, dan budaya.

Tantangan ini juga dipicu dari dampak transformasi digital dan diperkuat oleh tren global yang sedang berlangsung, seperti perubahan demografis, urbanisasi yang cepat, peningkatan migrasi internasional, dan ketergantungan yang kuat pada teknologi digital.

"Diperlukan kerja sama yang lebih luas untuk membangun kembali perekonomian dan ketahanan masyarakat kita untuk mencapai keberlanjutan jangka panjang,” kata Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko ditulis Bandung, Kamis, 9 Juni 2022.

Untuk menjawab tantangan tersebut, negara-negara Asia Tenggara tengah  mencari solusi dari segala permasalahan yang muncul di masing-masing negara tersebut melalui kegiatan The 4th SEASIA Biennial Conference yang digelar di Jakarta, 9-11 Juni 2022. 

Konferensi yang mengusung tema 'Managing Disruption, Developing Resilience for a Better Southeast Asia' ini digelar oleh (BRIN) melalui Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) bekerja sama dengan SEASIA (Southeast Asia Studies in Asia) Consortium.

"Tanpa kerja sama dan tindakan kolaboratif, yang terjadi adalah ketidakpastian yang berdampak negatif bagi masyarakat kita," ujar Handoko.

Handoko mengatakan, konferensi ini diselenggarakan merupakan bentuk kolaborasi sebagai upaya pemulihan pasca pandemi Covid-19.

Konferensi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam mempromosikan dialog dan kerja sama dengan semua anggota Konsorsium SEASIA.

"Kami akan melakukan investigasi terkait tantangan dan prospek negara-negara Asia Tenggara dalam mengelola gangguan dan mengembangkan ketahanan dalam menghadapi kesehatan global, iklim dan lingkungan, serta pembangunan sosial ekonomi, budaya, dan politik secara bersama-sama," jelas Handoko.

Handoko berharap, BRIN dapat berkontribusi dalam pembangunan ekonomi dalam negeri guna mencapai tujuan Indonesia menjadi negara maju pada tahun 2045.

Load More