/
Kamis, 23 Juni 2022 | 07:23 WIB
Humas PTDI

TANTRUM - Panglima Angkatan Tentera Malaysia, Jeneral Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi Bin Buang menyampaikan peluang kerjasama dan kolaborasi dengan industri lokal di Malaysia dengan PT Dirgantara Indonesia (PTDI).

Itu dikatakan Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi Bin Buang saat kunjungan kerja ke PTDI, Bandung (22/06/2022).

"Saya lihat disini bahwa peluangnya sangat besar hal ini disebabkan Indonesia memiliki keahlian teknis yang tinggi yang misalnya dalam bidang kedirgantaraan, mereka telah mampu membangun pesawat sendiri sekaligus melakukan maintenance, banyak pekerjaan yang dilakukan disini," ujar Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi Bin Buang TUDM, ditulis Kamis, 23 Juli 2022.

Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi Bin Buang mengatakan jika penjajakan kerjasama berjalan mulus antara Malaysia dengan Indonesia, maka peluang pemasaran akan lebih diperluas.

Itu merupakan dampak jejaring pasar dua negara yang digabungkan ucap Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi Bin Buang.

"Tentu saja akan membuat produksi lebih efisien dan efektif dan dapat menangkap pasar antara Malaysia dan Indonesia, tetapi jika kita juga dapat melihat potensi untuk menarik pasar di kawasan Asia Tenggara," kata Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi Bin Buang.

Dalam kunjungannya ke PTDI itu, Tan Sri Dato’ Sri Haji Affendi Bin Buang meninjau langsung progres 2 unit yang tersisa dari 3 unit pesawat CN235 milik Tentera Udara Diraja Malaysia (TUDM) yang sedang dikonversi menjadi Pesawat CN235-220 Maritime Surveillance Aircraft (MSA) melalui program Maritime Security Initiative (MSI).

Selain itu, Panglima Angkatan Tentera Malaysia juga melihat pesawat N219 yang merupakan hasil karya anak bangsa dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) saat ini sebesar 44.69 persen dan telah berhasil memperoleh Type Certificate (TC) dari DKPPU pada tanggal 22 Desember 2020. 

“Kami ucapkan terima kasih atas inisiasi dan dukungan dari Panglima Angkatan Tentera Malaysia pada Program Maritime Security Initiative (MSI) yakni modifikasi 3 unit pesawat CN235 milik TUDM menjadi Maritime Surveillance Aircraft (MSA). Saat ini, pesawat ke-1 dengan No. Registrasi M44-03 telah berhasil kami delivery pada tanggal 17 Juni 2022”, kata Gita Amperiawan, Direktur Utama PTDI.

Pada tanggal 17 Juni 2022, PTDI telah menyelesaikan dan melakukan terbang kirim (ferry flight) 1 unit Pesawat CN235-220 Maritime Surveillance Aircraft (MSA). Sedangkan, sisa 2 unit lainnya direncanakan akan dikirimkan pada bulan Juli dan September 2022.

PTDI berkomitmen untuk terus mendukung seluruh pesawat CN235-220M TUDM di masa yang akan datang.

Termasuk dukungan untuk keberlanjutan pesawat MSI, melalui Program Follow On Support yang mencakup training, dukungan spare part & repair, technical assistance, services dan updated technical publication. 

Hingga saat ini, PTDI sudah membangun Integrated Display (Glass Cockpit) pada 15 unit pesawat CN235, dimana 1 unit diantaranya adalah Full Glass Cockpit pada pesawat CN235 NextG serial number N70 milik TNI AL.

Load More