TANTRUM - Sarapan sudah menjadi rutinitas penting di pagi hari bagi sebagian orang. Meskipun demikian, ada beberapa orang yang tanpa sadar memiliki kebiasaan buruk saat sarapan dan apabila dibiarkan maka akan memicu terjadinya kolesterol tinggi.
Kolesterol tinggi termasuk penyakit yang tidak memiliki gejala, namun jika dibiarkan akan berbahaya.
Menurut data Centers for Disease Control yang dilansir dari Eat This, Not That!, 38 persen orang Amerika Serikat memiliki kolesterol tinggi. Sehingga banyak orang di Amerika Serikat berisiko terpapar penyakit jantung dan stroke.
Sementara, beberapa orang mewarisi kolesterol tinggi akibat pola makan yang tidak dijaga termasuk dengan adanya kebiasaan buruk saat sarapan yang tanpa sadar dilakukan.
Berikut 3 kebiasaan buruk saat sarapan yang bisa memicu kolesterol tinggi dan harus dihindari.
1. Melewatkan Sarapan
Kebiasaan buruk pertama saat sarapan yang harus dihindari agar tidak memicu kolesterol tinggi adalah tidak melewatkan sarapan.
Dengan melewatkan sarapan bukan hanya akan memicu kolesterol tinggi saja, namun juga akan berpeluang menimbulkan penyakit lainnya.
Dalam meta-analisis tahun 2020, para peneliti menemukan bahwa orang yang terkena kolesterol Low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat adalah orang yang melewatkan sarapan.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Kathryn Piper RDN, LD, NBC-HWC, seorang ahli diet dari The Age-Defying Dietitian, bahwa sarapan telah terbukti menurunkan kolesterol total dan LDL.
Namun, perlu diingat ya, Beauties, ketika sarapan artinya Anda harus makan. Jangan hanya sarapan dengan kopi.
Patricia Kolesa, MS, RDN, merekomendasikan untuk menikmati sarapan dengan camilan kecil seperti parfait yogurt atau oat.
2. Kurangnya Asupan Protein
Saat sarapan orang akan cenderung memilih menu sarapan yang mengandung karbohidrat. Namun jika itu terus dilakukan maka kamu akan kehilangan nutrisi penting, yaitu protein.
"Menstabilkan gula darah membuat kamu akan kenyang lebih lama, mencegah ngemil berlebihan saat larut malam, dan mendukung kadar kolesterol yang sehat dengan memberi nutrisi pada hormon adrenal dan tiroid," kata Lacey Dunn, MS, RD, LD, CPT, seorang pemilik Nourish Well Nutrition.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
3 Pilihan Sunscreen Wardah untuk Mencerahkan Wajah Kusam Usai Mudik Lebaran
-
Korlantas Polri Antisipasi Puncak Arus Balik Gelombang Kedua pada 29 Maret
-
Harga Emas Anjlok saat Perang Memanas, Apa Penyebabnya?
-
Lebaran 2026, IKN Diserbu 143 Ribu Pengunjung: Wisata Baru, Kuliner hingga Hiburan Jadi Daya Tarik
-
Marshanda Buka Suara soal Sienna Lepas Hijab: Itu di Luar Kuasa Saya!
-
Kakorlantas: 42 Persen Pemudik Belum Kembali ke Jakarta hingga Kamis Dini Hari
-
Kritik Tajam Prabowo soal Mobil Dinas Rudy Mas'ud Rp8 M: Mobil Presiden Rp1 Miliar
-
IHSG Sempat Menguat Pagi Ini, Lalu Langsung Anjlok
-
THR Udah Cair? Ini 3 HP 23 Jutaan Paling Worth It Buat Upgrade Tahun Ini
-
[HOAKS] Link Pendaftaran Gebyar Undian Berhadiah BRI 2026