/
Jum'at, 08 Juli 2022 | 13:20 WIB
www3.nhk.or.jp

TANTRUM -Memakan unagi atau sidat kabayaki saat pertengahan musim panas di Jepang disebut bisa mengatasi kelelahan akibat kepanasan. 

Tapi dalam resep Akiko Watanabe, pengajar masakan tradisional dan makanan gaya rumahan Jepang selama lebih dari 25 tahun akan menggunakan ikan sarden ketimbang sidat untuk membuat kita tetap bisa bersemangat meski panas menyengat.

Dalam kalendar bulan Jepang kuno, 18 hari terakhir setiap musim - semi, panas, gugur dan dingin - disebut 'doyo', dan dianggap sebagai masa transisi sebelum beralih ke musim berikutnya seperti diberitakan NHK World Jepang.

Doyo musim panas adalah masa dengan suhu udara terpanas. Pada zaman Edo sekitar 250 tahun lalu, melakukan sesuatu yang sehat guna mengilangkan rasa lelah dan memulihkan kondisi setelah sakit di hari pertengahan musim panas menjadi populer. 

Memakan sesuatu yang dimulai dengan abjad Jepang 'u' yaitu menyantap unagi kabayaki atau sidat menjadi populer pada masa itu.

Rasa saus kabayaki yang kental, manis dan asin cocok untuk sidat yang menawarkan sumber gizi dan sekaligus menutup aroma lumpur dari sidat atau unagi.

Setiap tahunnya pada masa itu Anda bisa melihat antrian yang panjang di restoran-restoran dan toko serba ada yang menyajikan unagi. 'Doyo no ushi no hi' adalah tradisi musim panas bagi orang Jepang.

Nah bagaimana dengan cara mengolah Sarden Kabayaki agar bisa sebagai pengobat rasa lelah karena kepanasan ? Tentunya harus dipersiapkan dahulu bahan - bahannya.

Bahan-bahan untuk 4 porsi : 

Baca Juga: Perbedaan Mental yang Lemah dan Kuat, Kamu Termasuk yang Mana?

4 ikan sarden

1 sendok teh shoyu

Tepung kentang secukupnya

1 sendok makan minyak

Daun lada Jepang Sansho atau merica bubuk Jepang

2 sendok makan shoyu

Load More