Bisnis / Keuangan
Kamis, 14 Mei 2026 | 09:35 WIB
Ilustrasi pelayanan Bank Syariah Indonesia. (BSI)
Baca 10 detik
  • BSI mendukung program pemerintah dengan menyalurkan dana Rp198 miliar untuk Makan Bergizi Gratis serta menyediakan berbagai pembiayaan bagi UMKM.
  • Peningkatan signifikan jumlah nasabah haji berkontribusi pada pertumbuhan Dana Pihak Ketiga sebesar 18 persen hingga mencapai Rp376,8 triliun.
  • Kinerja positif tersebut membawa BSI masuk ke dalam daftar lima bank terbesar di Indonesia dengan total aset Rp460,1 triliun.

Suara.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) terus mendukunh program pemerintah dalam mendorong ekonomi Indonesia.

Direktur Sales and Distribution, Anton Sukarna, mengungkap BSI berkontribusi aktif terhadap Astacita Pemerintah dan juga mendukung program perekonomian pemerintah melalui support terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG).

"BSI berkontribusi aktif terhadap Astacita Pemerintah dan juga mendukung program perekonomian pemerintah melalui support terhadap Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp198 miliar kepada 211 dapur MBG," katanya di Jakarta, (14/5/2026).

Selain itu, BSI juga salurkan KUR yang masing-masing menjangkau lebih dari 80 ribu Koperasi dan 17,732 nasabah penerima KUR.

Dari sisi penyediaan rumah bersubsidi, BSI menyalurkan FLPP kuartal I sebanyak 894 nasabah. Adapun total pembiayaan rumah bersubsidi mencapai Rp5,7 triliun.

Selain itu, BSI juga berpartisipasi di dalam Pembiayaan Program Perumahan (KPP) untuk UMKM.

Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna. (Suara.com/Dwi Bowo Raharjo)

Sementara itu, BSI mencatat tabungan tertinggi di industri. Hal tersebut didorong tingginya antusias berhaji yang berdampak pada lonjakan nasabah Tabungan Haji hingga menembus 7,25 juta di mana 1,2 juta merupakan generasi muda (Millenial dan Gen-Z).

Pertumbuhan Tabungan Haji mengantarkan BSI melanjutkan kinerja yang solid sejak merger, sekaligus menunjukkan bahwa dual licence, sebagai bank syariah dan bank emas sukses menumbuhkan customer base secara signifikan.

Sejak merger 1 Februari 2021, nasabah BSI tumbuh 9,26 juta, dan khusus pada tiga bulan pertama tahun 2026, jumlah nasabah bertambah 0,5 juta menjadi 23,7 juta.

Baca Juga: Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan peningkatan customer base selanjutnya mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada Triwulan I 2026 tumbuh 18 persen (YOY), menjadi Rp376,8 triliun.

Tak hanya tinggi, DPK BSI tumbuh pada segmen dana murah (CASA) di mana Giro naik 24,17 persen (YOY) menjadi Rp71,7 triliun dan Tabungan tumbuh 20,18 persen (YOY) menjadi Rp164,5 triliun.

Total dana murah (CASA) tumbuh 21,36 persen (YOY) menjadi Rp236,2 triliun.

"Tabungan saat ini menjadi engine growth BSI termasuk dari Tabungan Haji,’’ ucapnya.

BSI, kata dia, fokus pada penumbuhan Tabungan Haji, Payroll, dan Tabungan Bisnis. Sebagai bank syariah dengan status persero, BSI berperan aktif mendukung antusiasme umat Islam Indonesia untuk berhaji.

Data BSI menunjukkan bahwa animo masyarakat untuk berhaji terus melonjak di mana pada tahun 2023 pendaftar haji nasional 286,4 ribu naik menjadi 422,3 ribu pada 2025.

Load More