Suara.com - Mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ditembak oleh seorang tak di kenal. Kini kondisinya berada dalam "keadaan henti jantung" setelah pingsan saat berpidato.
NHK, penyiar publik Jepang, mengatakan Abe - perdana menteri terlama di negara itu sampai dia mengundurkan diri pada 2020 - tampak berdarah dari dada setelah ditembak dari belakang dengan senapan pada Jumat pagi.
NHK mengatakan seorang pria telah ditahan tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Abe berada di kota Nara untuk menyampaikan pidato kampanye menjelang pemilihan majelis tinggi hari Minggu ini.
Situasi seperti yang dialami Shinzo Abe memang tidak biasa. Tapi, jika Anda atau seseorang di sekitar Anda tertembak, tiga langkah ini penting:
- Pergi ke tempat yang aman. Jika orang yang terluka dapat berjalan atau berlari, bantu mereka ke tempat yang aman.
- Jika itu adalah penembakan yang tidak disengaja, pastikan senjatanya diamankan.
- Setelah Anda aman, hubungi 911. Ikuti instruksi petugas operator.
Dilansir dari Verywell Health, pergi ke rumah sakit dengan cepat memberi korban peluang terbaik untuk selamat dari luka tembak. Idealnya, Anda ingin orang yang terluka di ambulans dalam waktu 10 menit setelah ditembak.1
Menghentikan pendarahan adalah bagian penting dari penanganan luka tembak. Anda dapat melakukannya dengan:
- Tekanan kuat pada luka: Jika darah keluar dari lubang, beri banyak tekanan. Untuk pendarahan hebat, jangan takut untuk menggunakan lutut dan benar-benar bersandar pada luka.
- Dressing: Dressing membantu pembekuan darah dan menutup luka. Gunakan apa pun yang tersedia—kasa, handuk, kemeja, dll.
- Tourniquet (mungkin): Tourniquet profesional bekerja dengan baik. Tetapi menggunakannya dengan benar membutuhkan latihan. Jika digunakan dengan benar, mereka tidak nyaman atau bahkan menyakitkan.
- Tourniquets improvisasi sering gagal. Jika Anda tidak memiliki versi profesional, fokuslah pada tekanan yang kuat. Benar-benar bersandar ke dalamnya.
- Jangan pernah memberi makan atau minum kepada orang yang tertembak, termasuk air.
Jangan Angkat Kaki
Secara umum, Anda tidak boleh mengangkat kaki korban tembakan. Itu bisa membuat luka perut dan dada lebih cepat berdarah. Mungkin juga membuat orang tersebut lebih sulit bernapas.
Jika orang tersebut sadar, minta mereka duduk atau berbaring di posisi yang paling nyaman bagi mereka.
Jika mereka tidak sadar, letakkan mereka dalam posisi pemulihan (di sisi mereka dengan kaki atas ditekuk di sudut kanan.)
Baca Juga: Ketahui Gejala Demam Berdarah dan Pertolongan Pertama yang Bisa Dilakukan
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?