TANTRUM – Sebanyak 45 sapi dan 100 domba dan kambing disebar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ke sejumlah kelompok masyarakat untuk dikurbankan pada Hari Raya Idul Adha 1443 hijriah ini.
Selain menyebar hewan kurban, Pemkot Bandung juga menyiapkan tim kesehatan yang bertugas memeriksa daging dan jeroan untuk memastikan kesehatan hewan kurban, khususnya dari ancaman penyakit mulut dan kuku (PMK).
Wali Kota Bandung Yana Mulyana berharap masyarakat Kota Bandung isa memperoleh manfaat hewan kurban secara merata.
"Dari pemerintah itu 45 sapi dan 100 kambing disebarkan hampir merata kelompok masyarakat," kata Yana usai salat Idul Adha sekaligus penyembelihan hewan kurban di Masjid Al Ukhuwah, Minggu (10/7).
Yana mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir akan daging yang diberikan nanti. Karena hewan kurban telah diperiksa oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP).
Bahkan hewan kurban yang ada di Kota Bandung juga telah divaksin untuk mencegah penyakit PMK.
"Penyebaran daging ini insyallah terjamin kesehatannya," kata Yana.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Gin Gin Ginanjar mengaku telah menurunkan tim Antemortem (pemeriksaan kesehatan hewan potong sebelum disembelih) untuk memeriksa hewan kurban sejak 23 Mei 2022 lalu.
"Khusus hadapi idul adha kita siap jauh-jauh hari mulai tanggal 23 Mei. Menurunkan tim pemeriksaan hewan kurban, tim Antemortem. Kita semua menyebar ke semua peternak penjual hewan yang ada di Kota Bandung sampai h-1," bebernya.
Baca Juga: 15 Startup Siap Ikuti Puncak Milestone Day
Ia juga memastikan mendata hewan kurban yang sudah diperiksa.
"Kita sudah berhasil mendata hewan kurban sekitar 13.600 sapi, domba juga kambing," katanya.
Pada hari H hingga H+3, tim postmortem (pemeriksaan kesehatan jeroan dan karkas setelah disembelih) menyebar ke tempat pemotongan.
"Kita juga menyebar ke tempat pemotongan. Termasuk hari ini kita juga mulai pemotongan. Dokter kita hadirkan untuk memastikan daging dan isinya dalam keadaan sehat dan aman," kata Gin Gin.
Gin Gin mengungkapkan, Pemkot Bandung memiliki dua rumah pemotongan hewan (RPH). Di kedua RPH tersebut akan disembelih 142 hewan kurban.
"Hari ini ada 142 ekor sapi dan kapasitas sampai 160-170 ekor sapi," tuturnya.
Berita Terkait
-
Wapres: Berkurban Adalah Bukti Peduli Sesama Umat
-
Berbobot 1,2 Ton, Sapi Kurban Dari Jokowi Di Masjid Istiqlal Dipastikan Sehat Dan Bebas PMK
-
Jakarta Terima 58.010 Ekor Hewan Kurban Saat Idul Adha, Didominasi Kambing Dan Domba
-
Basri Rase Minta Seluruh OPD di Bontang Sumbang Hewan Kurban, Daging Dibagikan ke Warga
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Ini Alasan Cabai Keriting Kurang Diminati di Gorontalo
-
4 Whipped Facial Wash untuk Deep Cleansing, Rahasia Cerah Bebas Jerawat
-
Begadang Malam Ini di ANTV: Kisah Cinta, Fitnah, dan Alunan Nada Sang Raja Dangdut
-
Head to Head Mikel Arteta vs Klub Prancis: Misi Hapus Kutukan Les Parisiens
-
Acha Septriasa Sebut Bertahan di Pernikahan Toksik Tak Selalu Benar
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Viral Game Simulasi Kereta Buatan Indonesia Banjir Pujian di Jepang, Grafis Menawan!
-
Putra SBY Jadi Bos Komite Kereta Cepat, Purbaya, Rosan hingga Nusron Wahid Jadi Anak Buah
-
Jelang Lawan PSG, Arteta Beri Kode Terkait Status Kebugaran Jurrien Timber
-
Bantah Rumor Miring, Manajemen Persib Tegaskan Larangan Transfer FIFA Bukan Soal Gaji