TANTRUM - Bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite mendadak menjadi sorotan dari berbagai kelompok masyarakat.
Pasalnya ada aturan yang mengharuskan masyarakat konsumen Pertalite harus mendaftarkan diri dulu.
Itu dilakukan guna pembatasan pembelian bensin bersubdisi, seperti Pertalite dan Solar subisidi bisa tepat sasaran.
Apalagi harga Pertalite yang sesungguhnya ternyata lebih mahal dari yang dijual di SPBU saat ini, harga bisa lebih murah karena dapat subsidi dari pemerintah.
Risikonya ketika harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan, maka imbasnya harga BBM pun akan ikut naik.
Biasanya supaya tidak timbul gejolak di masyarakat, Pertamina tidak menaikkan harga BBM begitu besar, sehingga subsidi dari pemerintah untuk harga BBM bersubsidi semakin besar.
Seperti beberapa jenis harga BBM di Pertamina pun meningkat. Pertamax Turbo misalnya, semula dijual Rp14.500 kini Rp16.200 per liter.
Dexlite juga harganya naik dari Rp12.950 menjadi Rp15.000 per liter. Juga harga Pertamina Dex juga merangkak dari Rp13.700 menjadi Rp16.500 per liter.
Meski begitu, Pertamina masih mempertahankan harga Pertalite, harga Solar, dan harga Pertamax. Pertalite dijual Rp7.650 per liter sedangkan Pertamax Rp12.500 per liter.
Baca Juga: 5 Khasiat Daun Pandan untuk Kesehatan Tubuh, Baik bagi Penderita Asam Urat
Sejatinya harga BBM RON 90 setara Pertalite tanpa subsidi di pasaran adalah Rp17.200. Dengan begitu, pemerintah memberikan subsidi Rp9.550 per liter.
Lalu untuk Pertamax, kalau mengikuti harga keekonomian di pasar harusnya dijual Rp17.950 per liter.
Subsidi untuk solar lebih besar lagi. Solar saat ini dijual dengan harga Rp5.150 per liter, padahal harga keekonomiannya Rp18.150 per liter.
"Kami masih menahan dengan harga Rp12.500, karena kami juga pahami kalau Pertamax kami naikkan setinggi ini, maka shifting ke Pertalite akan terjadi dan tentu akan menambah beban negara," ungkap Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati dalam keterangan resminya, dikutip Jumat 15 Juli 2022.
Untuk itu diperlukan pengaturan agar BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak melebihi kuota yang ditetapkan. Pemerintah tengah menyusun kriteria kendaraan yang bisa mengkonsumsi Pertalite.
Terlebih berdasarkan data Kementerian Keuangan, 40 persen penduduk miskin dan rentan miskin hanya mengkonsumsi 20 persen BBM, tetapi 60 persen teratas mengkonsumsi 80 persen BBM Subsidi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Kelakuan Keluarga George Soros Borong Tanah di New York Picu Amarah Warga: Mereka Rakus!
-
Invasi Suporter Argentina di Miami! Tiket Selangit dan Ancaman Keamanan Bayangi Laga 32 Besar
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Mikel Oyarzabal Jadi Pembeda! Spanyol Ungguli Austria 1-0 di Babak 32 Besar
-
Oliver Kahn Murka! Tuding Jerman di Piala Dunia 2026 Dihuni Pemain Mental Tempe
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Momen Langka! Lionel Messi Tertawa Ngakak saat Diperiksa Petugas Bandara
-
Sisi Lain Bomber Norwegia Antonio Nusa, Ternyata Penulis Buku Best Seller
-
Psywar Jelang Portugal vs Kroasia, Cristiano Ronaldo Disebut Impoten
-
Virgil Van Dijk Batal Gantung Sepatu? Sosok Arne Slot Jadi Kunci