/
Jum'at, 15 Juli 2022 | 16:13 WIB
suara.com

TANTRUM - Indonesia memiliki 139 gunung api, oleh sebab itu negara ini menjadi ke-3 di dunia dengan gunung api terbanyak sekaligus mendapat julukan sebagai Ring of Fire (Cincin Api).

Banyak para pecinta alam mendaki beragam gunung yang ada di Indonesia. Namun ada beberapa gunung yang jarang, atau mungkin belum pernah di daki. 

Pasalnya dikabarkan seluruh gunung tersebut masih sangat angker. Berikut 5 gunung di Indonesia yang jarang di daki.

1. Gunung Masurai, Jambi

Gunung Masurai ini terletak terletak di Provinsi Jambi dibawah pengelolaan Balai Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Bagi masyarakat setempat yang tinggal di sekitar kaki Gunung Masurai sudah mengetahui, bahwa nama Masurai memiliki arti 'emas yang terurai'.

Gunung Masurai ini memiliki ketinggian 2.933 meter diatas permukaan laut (mdpl). Gunung Masurai adalah gunung vulkanik yang sampai saat ini masih menunjukkan aktivitas vulkaniknya.

2. Gunung Mekongga, Kolaka

Gunung Mekongga merupakan gunung tertinggi di pegunungan Mekongga dengan ketinggian 2.620 mdpl yang membentang di sisi utara wilayah Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Ada keunikan di Gunung ini yaitu berjejernya bebatuan dan pegunungan karts. 

Kawasan pegunungan ini merupakan jajaran Pegunungan Verbeck yang puncak-puncaknya terdiri dari jenis batuan karst dataran tinggi.

Baca Juga: Pihak Nindy Ayunda Diduga Datangi Mantan Sopir, Minta Cabut Laporan Kasus Penyekapan

Desa Tinukari adalah desa terakhir yang dilalui sebelum menuju ke Gunung Mekongga yang masuk dalam Kecamatan Wawo. Di tengah perjalanan, terdapat kepingan-kepingan mobil bekas.

3. Gunung Halau Halau, Kalimantan Selatan

Gunung ini terletak di wilayah Kalimantan Selatan di jajaran Pegunungan Meratus. Gunung Halau Halau dicatat dipeta sebagai Gunung Besar. 

Gunung ini berada di tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Sungai Hulu Tengah, Kabupaten Sungai Hulu Selatan, dan Kabupaten Tanah Bambu Kalimantan Selatan.

Gunung Halau Halau hanya memiliki ketinggian 1.901 mdpl, sehingga terbilang rendah dibandingkan dengan gunung lainnya. 

Uniknya, titik awal ketinggian pendakiannya (desa terakhir) dimulai dari 200 mdpl yang merupakan khas pegunungan Kalimantan, tidak seperti di gunung lainnya yang dimulai dari titik 1.000 samapi 1.500 mdpl.

Load More