/
Kamis, 21 Juli 2022 | 12:05 WIB
Ilustrasi teman marah (suara.com)

TANTRUM - Pernah mendengar tentang kecerdasan emosional (EQ)? Sebenarnya apa itu kecerdasan emosional? EQ merupakan tingkat kemampuan seseorang dalam memahami orang lain yang dikaitkan dengan empati. 

EQ membantu manusia untuk lebih bereaksi dan memahami dunia. Sama halnya seperti kecerdasan intelektual (IQ) tiap orang memiliki EQ yang berbeda-beda. 

Kecerdasan emosional dilihat dari lima faktor, yaitu self-awareness, self-regulation, motivasi, empati, dan kemampuan bersosialisasi. 

Menurut konselor Audrey Trait, EQ mempengaruhi tiap aspek kehidupan mulai dari emosi dasar manusia hingga cara kamu berhubungan dengan orang lain.  Selain itu, EQ juga dipengaruhi dari lingkungan masa kanak-kanak hingga dewasa.

“Jika seseorang hidup di lingkungan yang mendukung, orang itu akan memiliki EQ yang tinggi. Sebaliknya, kalau tumbuh di lingkungan yang kurang mendukung, kamu akan mengalami banyak emosi dan trauma dengan pengalaman masa lalu. Sehingga alam pikiran bawah sadarmu akan menutup kapasitas emosional kalian,” ujar Audrey dikutip dari YourTango.

Lantas bagaimana tanda seseorang dengan EQ rendah? Simak cirinya berikut ini : 

1. Menyimpan dendam

Orang dengan EQ rendah cenderung menyimpan dendam dan amarah. Ini merupakan respons awal terhadap stres. 

Sehingga menyimpan dendam dianggap sebagai dinding terhadap ancaman yang akan datang.

Baca Juga: 4 Hal yang Perlu Dilepaskan karena Hanya Membebani Hidupmu, Sudah?

2. Tidak mampu mengontrol emosi

Orang yang tidak mampu mengontrol emosi cenderung mudah marah dan meledak. Mereka juga terbiasa menyerang tanpa memahami emosi diri sendiri, seperti tidak mengetahui alasan menjadi kesal secara tiba-tiba.

3. Poker face

Poker face atau muka tanpa ekspresi juga ciri orang-orang yang memiliki EQ rendah. Sama seperti tanda sebelumnya, yaitu tidak mudah mengontrol emosi, mereka tidak menyadari emosi mereka dan nggak ingin orang tahu bagaimana perasaan mereka.

4. Langsung ke kesimpulan

Sosok dengan EQ rendah sulit memahami situasi, mereka juga kurang pandai menganalisis keadaan tersebut. 

Load More