- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa siap mencopot pimpinan Bea Cukai atas perintah Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.
- Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama diduga menerima suap sebesar SGD 213.600 dari pihak PT Blueray Cargo.
- Jaksa KPK mengungkap dugaan suap senilai miliaran rupiah untuk mempercepat proses pengeluaran barang impor di instansi tersebut.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa siap ikut perintah Presiden Prabowo Subianto untuk mencopot pimpinan Bea Cukai.
Terlebih setelah ramai dugaan Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama menerima uang dari PT Blueray Cargo.
"Saya akan ikutin perintah Bapak Presiden," kata Purbaya usai rapat dengan Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/5/2026).
"Ya kita ikutin perintahnya," kata Purbaya.
Lebih lanjut, kapan arahan Prabowo tersebut dilakukan, Purbaya menegaskan akan melihat perkembangan lebuh dahulu.
"Ya kita lihat Minggu depan ya," kata Purbaya.
Sebelumnya diberitakan bahwa Jaksa KPK mengungkap dugaan penerimaan uang sebesar SGD 213.600 oleh Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama dari PT Blueray Cargo dalam sidang kasus suap impor di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Jaksa menyebut pihaknya memiliki bukti terkait aliran uang tersebut.
Kasus ini menjerat pemilik PT Blueray Cargo, John Field, bersama dua terdakwa lain atas dugaan suap senilai Rp61,3 miliar dan pemberian fasilitas hiburan serta barang mewah senilai Rp1,85 miliar kepada pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Baca Juga: KPK Dalami Penukaran Uang Pejabat Bea Cukai yang Jadi Tersangka Korupsi
Suap diduga diberikan agar proses keluarnya barang impor milik Blueray Cargo dari pengawasan kepabeanan dapat dipercepat.
Sejumlah pejabat Bea Cukai yang disebut menerima suap antara lain Rizal, Sisprian Subiaksono, dan Orlando Hamonangan alias Ocoy.
Dalam sidang, Orlando mengaku tidak mengetahui dugaan penerimaan uang oleh Djaka Budi Utama. Para terdakwa didakwa melanggar sejumlah pasal dalam KUHP terkait tindak pidana penyuapan.
Berita Terkait
-
KPK Dalami Penukaran Uang Pejabat Bea Cukai yang Jadi Tersangka Korupsi
-
Tak Cukup Gaji Puluhan Juta? Dirjen Bea Cukai Diduga Terima Suap Rp2,9 Miliar, Terancam Dicopot
-
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diduga Terima SGD 213.600, KPK Buka Peluang Pemeriksaan
-
Purbaya Laporkan 10 Perusahaan Sawit yang Manipulasi Harga Ekspor ke Istana
-
Purbaya Klaim Tahu Apa yang Terjadi di Dugaan Kasus Korupsi Dirjen Bea Cukai
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Ogah Menyerah, Nurhadi Siap Lawan Balik Lewat Kasasi Usai Vonis 5 Tahun Diperkuat
-
Koalisi Ormas Islam Laporkan Hercules Terkait Dugaan Persekusi dan Ancaman Senjata Api
-
Malaysia Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 16 Tahun Mulai Juni 2026
-
KPK Dalami Penukaran Uang Pejabat Bea Cukai yang Jadi Tersangka Korupsi
-
200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online!
-
WN Australia Pimpin Anak Usaha Danantara, PDIP: Jangan Sampai Bangsa Sendiri Tersingkir
-
Komplotan Penipu Kuras ATM dan Perhiasan Lansia di Hotel Harris Kelapa Gading, 20 Kartu ATM Disita
-
Lepas 1.105 Peserta, Menaker: Magang Nasional Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda
-
Pelecehan Verbal Dominasi Laporan Kasus Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta
-
Narapidana Kuliah dari Balik Jeruji, Hak Pendidikan atau Privilege?