TANTRUM - Ratna Listy belakangan jarang tampil di layar kaca karena memilih untuk dalam dunia pengobatan alternatif atau spiritual.
Tentu keputusannya untuk alih profesi dari artis menjadi dukun ini mendapat pandangan sebelah mata dari keluarga, sahabat maupun publik.
Namun, Ratna Listy mengungkapkan hal yang membuatnya tetap bertahan dengan profesi sebagai seorang dukun.
"Memang setiap niat baik ada ujiannya, aku percaya itu. Aku tidak akan mundur," kata Ratna Listy dicpulik dari InsertLive, Jumat, 12 Agustus 2022.
Profesi sebagai dukun kerap dipandang sebelah mata karena dianggap musyrik. Bahkan baru-baru ini, Pesulap Merah blak-blakan mengungkap trik dukun yang dilakukan oleh Gus Samsudin.
Tentu hal ini membuat citra dukun semakin buruk di mata masyarakat. Ratna Listy pun rupanya telah melewati fase tersebut.
Pada awal keputusannya untuk alih profesi, Ratna Listy mendapatkan berbagai respons negatif.
"Walaupun banyak cibiran, banyak hujatan, banyak serangan yang menuduh bahwa saya ini, apa yang kami lakukan ini sandiwara, gimmick, hoaks tapi aku tidak akan mundur," katanya tegas.
Ratna Listy menambahkan bahwa salah satu faktor yang membuat dirinya bertahan menjadi dukun adalah senyuman dari para pasien yang berhasil ia tangani masalahnya.
Baca Juga: Merasa Aneh Surat Kuasa Dicabut, Eks Pengacara Bharada E: Aduh Skenario Apalagi Ini?
"Aku akan fokus pada kebaikan yang aku buat dibanding keburukan yang orang lain buat untuk aku. Karena itu akan lebih bermanfaat untuk diriku dan orang lain," ucapnya.
Sebelumnya, Ratna Listy menjadi salah satu artis yang hingga kini masih eksis sebagai penyanyi keroncong.
Wanita berusia 48 tahun ini juga tetap disibukkan dengan dunia pengobatan alternatif atau spiritual yang ia jalani beberapa tahun belakangan ini.
Ia membuka klinik spiritual bersama rekannya, Panglima Langit, dan telah membantu banyak orang sembuh dari penyakit yang tak bisa dideteksi oleh medis.
"Di samping nyanyi, saya juga ada kegiatan lain di bidang spiritual, yaitu aku buka klinik bersama Panglima Langit. Jadi pengobatan kami khusus menangani masalah-masalah nonmedis seperti sihir, santet, dan lain-lain," ungkap Ratna Listy ditemui di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan, Kamis (25/11).
Keputusan untuk menjadi dukun diakui Ratna awalnya lantaran dirinya mengalami sakit yang tak berkesudahan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati