TANTRUM - Untuk menghindari kecelakaan antara pengendara dan kucing liar, mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) yang tergabung di dalam Komunitas “Unpad Street Feeding Animal Friend” (UnpadSF) memasangkan kalung kucing reflektif (reflective collar) kepada sejumlah kucing jalanan di lingkungan kampus Unpad Jatinangor.
Alat reflective collar merupakan kalung khusus yang mampu memantulkan lampu kendaraan bermotor pada kondisi minim cahaya yang akan membantu pengemudi melihat posisi hewan pemakai. Kalung kucing adalah solusi untuk mencegah potensi kecelakaan antara kendaraan bermotor dan kucing jalanan pada malam hari.
“Kami menerima keluhan dari sivitas akademika dan warga setempat yang sering tidak sengaja menabrak kucing ketika berkendara di malam hari. Kalung ini memiliki lapisan reflektor yang dapat efektif dilihat dari jauh dalam keadaan gelap sehingga pengendara mampu lebih berhati-hati,” tutur salah satu relawan UnpadSF, Shafira, dikutip Rabu (17/8/2022).
Acara pemasangan kalung khusus ini merupakan proyek untuk memperingati Hari Kucing Internasional yang jatuh pada 8 Agustus 2022.
Shafira memaparkan, rencananya pemasangan kalung ini akan dilakukan dalam beberapa fase sembari mengevaluasi efektivitas dan menjaring masukan dari masyarakat. Untuk fase pertama, kalung telah dipasangkan kepada 20 ekor kucing jalanan. Komunitas UnpadSF juga telah mengestimasi terdapat 85 kucing jalanan yang hidup di kampus Unpad Jatinangor.
Untuk lingkungan kampus, pihaknya menargetkan pemasangan kalung ini kepada 80% kucing dewasa. Selain itu, kalung ini berfungsi sebagai penanda target sterilisasi. Sterilisasi penting untuk mencegah overpopulasi kucing jalanan serta dapat meningkatkan kesejahteraan hewan tersebut secara keseluruhan.
Keberadaan kalung ini juga diharapkan dapat memberikan impresi yang baik kepada masyarakat sekitar bahwa sivitas akademika Unpad memiliki kepedulian kepada kehidupan hewan yang ada di sekitar mereka.
“Idenya bagus dan semoga tidak ada kejadian kucing kageleng lagi karena pengendara motor juga suka reuwas terus ikut jatuh,” ujar salah satu warga Desa Cikeruh, Ros. Penerimaan masyarakat tersebut disambut baik oleh pendiri UnpadSF, Lazuardyas Zhafran Ligardi.
“Kami berterima kasih kepada sivitas Unpad dan masyarakat Jatinangor yang mendukung kegiatan ini. Ini adalah usaha untuk mewujudkan Unpad sebagai rumah yang ramah bagi hewan yang hidup berdampingan dengan kita. Semoga Unpad dapat menjadi contoh.” ujarnya.
Baca Juga: Sri Mulyani Patok Pendapatan Negara Rp 2.443 Triliun di 2023
Komunitas UnpadSF didirikan oleh dua orang mahasiswa FIKOM Unpad, yaitu Lazuardyas Zhafran Ligardi dan Joshua Elvanus pada Maret 2021. Ide membentuk komunitas berbasis sukarelawan ini berangkat dari kepedulian kepada hewan jalanan di lingkup kampus Universitas Padjadjaran dan sekitarnya.
Kegiatan-kegiatan UnpadSF diantaranya TNR (Trap-Neuter-Return) kucing jalanan, pemberian pakan dan vitamin, pengobatan hewan sakit, edukasi kepemilikan hewan peliharaan, serta menulis blog. Saat ini, UnpadSF beranggotakan belasan relawan mahasiswa dari berbagai fakultas.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Kapal Pesir Berlogo Kemhan Viral! Ternyata Milik Haji Isam untuk Proyek Pangan
-
Ayah, Aku Hanya Ingin Didengar
-
Perjuangan Kang Edai di Kemiren, Merajut Asa Bersama Desa Sejahtera Astra
-
Lebih dari Sekadar Kopi dan Hujan: Membedah Makna Spiritual Lirik Bersenja Gurau
-
Persija Jakarta Uji Kekuatan 2 Tim Thailand, Bukan Lawan Sembarangan
-
Apa Penyebab Bedak Cakey dan Crack di Garis Senyum? Ini 5 Cara Mengatasinya
-
Alarm Keamanan Digital, Indonesia Dihantam 15 Ribu Serangan Seluler di Kuartal I 2026
-
Gempa NTT Tewaskan 14 Orang, Puluhan Rumah Rusak hingga Warga Butuh Makanan
-
8 Benda di Kamar Tidur yang Bisa Menghalangi Datangnya Jodoh Menurut Feng Shui
-
Bukan Sekadar Dayang: Genduk Duku dan Perempuan yang Melawan Kuasa