TANTRUM - Seiring dengan pertambahan usia atau kondisi akibat penyakit tertentu, sendi pada tubuh lansia cenderung rentan mengalami peradangan.
Jaringan halus pada bantalan sendi akan menghilang mengikuti usia, karena perubahan sistem tulang dan otot akibat pertambahan usia memicu penuaan pada sel-sel, termasuk sel pada jaringan sendi.
Menurut dr. Carla Pramudita Susanto dari laman Hello Sehat, dicuplik Sabtu, 27 Agustus, 2022, kondisi ini tak jarang memicu masalah sendi yang dapat mengganggu kualitas hidup lansia.
Memiliki sendi sehat adalah impian bagi sebagian besar orang terutama yang sudah memasuki usia senja.
Salah satu masalah umum yang dialami sebagian besar lansia adalah sendi. Saat memasuki usia yang semakin senja, gejala dari radang sendi cenderung semakin buruk.
Kondisi ini ditandai dengan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi yang semakin parah seiring berjalannya waktu.
Pada akhirnya, rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi menyebabkan ruang gerak lansia menjadi semakin terbatas.
Selain faktor usia, radang sendi pada lansia juga bisa semakin parah jika disertai dengan faktor berikut:
- riwayat kecelakaan atau cedera di masa lalu,
- riwayat keluarga atau keturunan,
- kelebihan berat badan atau obesitas, dan
- intensitas aktivitas fisik yang terlalu berat.
Baca Juga: Ajax Tolak Tawaran Rp1,3 Triliun dari Manchester United, Antony Meradang: Saya Ingin Hengkang!
Meski demikian, radang sendi merupakan kondisi yang dapat dikendalikan dengan cara mengurangi faktor risiko yang ada. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter terkait hal tersebut.
Selain itu, Anda juga dapat memilih jenis vitamin sendi berbahan alami yang aman untuk dikonsumsi lansia.
Fungsi ini tentunya bermanfaat bagi lansia yang mengalami kondisi osteoarthritis atau peradangan kronis pada sendi akibat kerusakan pada tulang rawan.
Penting bagi lansia untuk melakukan sejumlah cara menjaga kesehatan sendi, agar risiko masalah sendi bisa terhindarkan atau tidak menjadi lebih parah. Berikut ini bisa Anda coba lakukan.
1. Rutin berolahraga ringan
Risiko radang sendi pada lansia tidak menjadi alasan untuk menghentikan kebiasaan berolahraga.
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali