TANTRUM - Sebanyak 41 sampel dari pasien yang suspek cacar monyet atau monkeypox telah melalui pemeriksaan uji klinis dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS).
Dari total sampel tersebut, satu pasien yang dinyatakan taderkonfirmasi cacar monyet yakni pasien asal Jakarta yang baru pulang dari luar negeri.
"Sampai sekarang baru ada satu yang terkonfirmasi (cacar monyet), kita sudah identifikasi dengan menggunakan Whole Genome Sequencing," terang Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, dicuplik dari laman IDX Channel, Kamis, 1 Agustus 2022.
Dante mengatakan untuk pasien yang terkonfirmasi cacar monyet tersebut sudah dilakukan penanganan intensif.
Serta terus diberikan obat-obatan selama proses penyembuhan agar kondisinya dapat terus membaik. Kemudian dilakukan evaluasi setiap hari mengenai kondisinya.
"Laporan terakhir kondisi pasien itu sudah mulai ada perbaikan klinis, setelah diberikan obat-obatan dan penanganan intensif dari tim medis," ucapnya.
Sementara untuk mencegah penularan cacar ini, pihaknya akan terus berupaya untuk mendatangkan vaksin cacar monyet dari luar negeri.
Sebab sampai saat ini masih belum tersedia di semua negara dan yang baru ada dari Denmark.
Dijelaskannya, penyakit cacar monyet ini penularannya bukan seperti Covid-19 yang melalui dahak dan batuk.
Baca Juga: Ikut Terseret Kasus Kekerasan 'Sutradara Terganteng', Siapa Andi Bachtiar Yusuf?
Tetapi penularan cacar monyet ini melalui kontak secara langsung. Seperti misalnya melalui hubungan seksual dengan kontak langsung pada saat kontak erat.
Untuk mencegah penularan cacar monyet tersebut sebetulnya cukup mudah. Yakni dengan cara menghindari kontak langsung dengan penderita yang sudah terkonfirmasi.
"Jadi penanganannya gampang, dengan menghindari kontak langsung dengan penderita," tukasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris
-
Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026
-
Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI
-
Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI
-
Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere
-
Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las
-
Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026
-
5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran
-
Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo
-
Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan