TANTRUM - Kini marak beredar video adegan rekonstruksi pembunuhan terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J).
Namun yang kini ikut disorot sejumlah warganet adalah aksi 'romantis' Putri Candrawathi terhadap Ferdy Sambo.
Hal itu marak menuai kritik keras warganet yang menilai, tak seharusnya tersangka pelaku pembunuhan.
Psikolog klinis dan founder dari pusat konsultasi Anastasia and Associate, Anastasia Sari Dewi, menyebut di budaya timur, adegan romantis baik dalam film maupun internet memang mudah menuai perhatian publik.
Pasalnya berbeda dengan budaya barat, menunjukkan sikap romantis di ruang publik adalah hal lumrah sehingga tak lagi dianggap hal besar oleh masyarakat.
"Kalau di luar negeri mungkin terbiasa melihat di jalan raya orang pelukan, gandengan, rangkulan, ciuman, dan itu biasa saja. Tapi di sini itu sesuatu yang langka, jarang, dan akan menarik perhatian. Sesuatu yang langka atau jarang itu akan menarik perhatian," terangnya dicuolik dari detikcom, Jumat, 2 September 2022.
"Ini kan memang perhatiannya tinggi sekali ke situ plus ada perilaku-perilaku yang memang jarang dilihat di publik. Pejabat dengan istrinya yang menunjukkan romantisme sampai seperti itu. Sehingga ini menjadi sesuatu yang langka dan semakin menarik perhatian. Jadi kombo menarik perhatiannya," lanjut Sari.
Lebih lanjut, ia menyinggung 'stockholm syndrome' di balik fenomena maraknya romantisisasi warganet terhadap konten Sambo dan Putri Candrawathi.
Ia menjelaskan bahwa dalam sindrom tersebut, pihak yang menjadi korban justru simpatik kepada pihak pelaku kejahatan. Alih-alih marah kepada pelaku, pihak korban justru kasihan kepada pelaku.
Baca Juga: Kenali Cara Penanganan dan Gejala Cacar Monyet
"Kalau bicara tentang sensasi emosi seperti ini, mungkin familiar dengan 'stockholm syndrome' di mana ini merupakan sensasi emosi yang dirasakan oleh korban. Dia harusnya merasa marah, takut, benci, tapi ini kebalikannya. Dia justru merasakan simpatik dengan pelakunya," jelasnya.
"Stockholm syndrome ini sebetulnya adalah salah satu bentuk mekanisme pertahanan diri manusia secara psikologi karena lelah. Daripada melawan terus, marah, takut terus, atau benci terus, akhirnya dia berusaha menerima kondisi dia dengan cara bersimpati terhadap pelaku," sambung Sari.
Lebih lanjut, Sari berharap pihak keluarga korban dan masyarakat bisa objektif dalam memantau perkembangan kasus pembunuhan tersebut. Tak lain, agar tindak lanjut terhadap kasus tersebut bisa terus berjalan kondusif.
Penting juga untuk pengguna internet tidak saling melontarkan hinaan di kolom komentar konten-konten terkait Sambo. Sari khawatir, sikap tersebut justru memicu penggiringan opini dan simpang siur informasi.
"Kembali lagi, semoga keluarga korban dalam kasus ini tetap bisa objektif, didampingi orang-orang yang profesional sehingga tidak ada sindrom seperti ini khususnya dari keluarga korban. Dari netizen juga sama, tidak ada yang mengubah perasaan lelah dari kasus ini, marah dengan kasus ini, justru dengan perasaan iba. Ini justru nanti jadi tidak berjalan dengan kondusif," bebernya.
"Ingat bahwa fenomena sindrom ini tetap ada jadi saat berkomen di media sosial secukup saja, sewajarnya saja. Apa yang dirasakan oleh hati pribadi tidak perlu dipaksakan harus orang lain merasakan. Apalagi ini kasus yang memang cukup sensitif," tukas Sari.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Kejutan Undian Pesirah Bank Sumsel Babel, Nasabah Muara Rupit Sukses Boyong Toyota Rush
-
Kejagung Periksa Kajari Pagaralam, Ini 5 Fakta Sebenarnya di Balik Isu OTT
-
Sisa THR Cuma 2 Jutaan? Ini 7 HP Gaming Murah Terbaik untuk Isi Waktu Luang
-
Di Balik Cekcok dengan Wabup, Ternyata Segini Total Kekayaan Bupati Lebak Hasbi Jayabaya
-
Duel Cushion Viral: Somethinc vs Skintific, Mana yang Tahan Seharian Tanpa Luntur Saat Balik Ngantor
-
Lewat Statistik Akhir, Timnas Indonesia Ternyata Dominan Atas Bulgaria
-
Profil Bupati Lebak Hasbi Jayabaya: Pewaris Dinasti Besar Viral Usai 'Semprot' Wakilnya Mantan Napi
-
3 Pemain Timnas Indonesia Paling Berpengaruh di Laga Kontra Bulgaria
-
7 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh dengan Baterai Bandel, Harga Mulai Rp3 Jutaan
-
Cekcok Soal Tarif 'Layanan' di Bandar Lampung Berujung Maut, Dua Perempuan Jadi Korban