- Gunawan menjadi korban pembacokan oleh suami rekan kerjanya di kontrakan daerah Tomang, Jakarta Barat, pada Kamis 21 Mei 2026.
- Pelaku melakukan penyerangan karena dipicu rasa cemburu akibat kedekatan korban dengan istri pelaku di tempat kerja sebelumnya.
- Akibat sembilan luka bacokan tersebut, korban mengalami luka parah hingga membutuhkan seratus jahitan serta mengalami trauma mendalam.
Suara.com - Gunawan menjadi korban pembacokan saat sedang tertidur pulas di rumah kontrakannya di Jalan Tomang Mandala, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Saat pertama kali mencuat di media sosial, pria berusia 33 tahun itu dikabarkan menjadi korban begal. Namun, ia mengungkapkan bahwa dirinya dibacok oleh suami rekan kerjanya.
Gunawan yang masih penuh perban menuturkan peristiwa itu bermula ketika dirinya sedang tertidur. Tiba-tiba, pelaku langsung menendang pintu kontrakannya.
"Posisi saya lagi tidur. Dia tendang pintu. Udah, tendang. Langsung dia bacok-bacok saya pake celurit itu," kata Gunawan kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).
Gunawan mengaku menerima sekitar sembilan kali bacokan. Akibatnya, ia mengalami luka di bagian tubuh, leher, hingga kepala.
Dalam kondisi bersimbah darah, Gunawan berusaha melarikan diri dari kontrakan dan berlari ke arah jalan raya yang berjarak sekitar 100 meter.
"Saya coba melawan di dalam kamar. Kan dia bacok-bacok saya di dalam kamar. Saya melawan sedikit pas dia lengah, saya lari sambil minta pertolongan. Cuman kan orang-orang enggak berani, ya kan," ucapnya.
Terbakar Cemburu
Gunawan mengaku keributan terjadi akibat salah paham sekitar tiga bulan lalu. Saat itu, istri pelaku diketahui pernah bekerja di restoran yang sama dengan Gunawan dan hubungan mereka dinilai terlalu dekat sehingga membuat pelaku cemburu.
Sebelum kejadian, ujar Gunawan, pelaku memang pernah mengajaknya duel. Namun, ajakan itu tidak digubris.
Baca Juga: Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir
"Pas suaminya cemburu tuh, suaminya istilahnya ngajak ketemuan, ngajak duel sama saya, cuman saya enggak layanin,” katanya.
Gunawan mengaku sempat pulang kampung saat diajak berduel. Saat berada di kampung halaman, pelaku juga sempat mengajaknya bertemu.
“Waktu itu saya pulang kampung juga, kan. Dia minta ketemuan, posisi saya lagi di kampung sekitar sebulan," jelas Gunawan.
Setelah Gunawan kembali ke Jakarta, pelaku bersama seorang rekannya mendatangi korban dan melakukan pembacokan.
"Satu pelaku itu suami yang teman kerja saya. Saya tahu karena pernah lihat fotonya di medsos. Kalau yang pelaku satunya saya enggak tahu," kata Gunawan.
Dapat 100 Jahitan
Akibat peristiwa itu, Gunawan mendapat lebih dari 100 jahitan. Ia mengalami luka di bagian kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya.
Berita Terkait
-
Geger Dugaan Tender Janggal Kemenkes Rp267 M di RSUD Rodo Fabo, Gugatan PTUN Bergulir
-
28 Tahun Reformasi, Massa Aksi Kamisan Tuntut Penuntasan Pelanggaran HAM
-
Permintaan Hewan Kurban Meningkat, Lalu Lintas Sapi Tembus 198 Ribu Ekor
-
FJGS 2026 Kembali Ramaikan HUT Jakarta, Saatnya Warga Berburu Promo dan Nikmati Festival Kota
-
Polisi Bantah Isu Begal di Tomang, Ternyata Motif Asmara dan Dendam Pribadi
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
WNI Tewas Mengenaskan di Jepang, Terduga Pelaku Diduga Tabrakkan Diri ke Kereta
-
Mahfud MD Heran Fenomena UU 'Simsalabim': Tiba-tiba Jadi, Kapan Dibahasnya?
-
Bulog Respon Cepat Masukan Masyarakat, Direktur Operasi Tinjau Penanganan Gudang Karawang
-
Dewan Pers Kabulkan Pokok Aduan Gus Ipul atas Artikel Opini yang Dinilai Menyudutkan
-
Rumor 'Orang Dalam' Bocorkan OTT Kuansing Mencuat, KPK: Itu Cuma Spekulasi!
-
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
-
Kemendagri Koordinasikan Usulan BSPS dari Daerah untuk Perkuat Program Perumahan
-
Bukan Cuma Jakarta, PM Narendra Modi ke Yogyakarta Demi Restorasi Candi Prambanan
-
Online Scam hingga Ancaman Privasi: Era AI Butuh Tata Kelola Ruang Digital Berbasis HAM