/
Jum'at, 09 September 2022 | 10:41 WIB
Ilustrasi gejala awal stroke (suara.com)

TANTRUM - Golongan darah tertentu diasosiasikan dengan peningkatan risiko penyakit stroke. Hal ini dikonfirmasi dalam sebuah penelitian dari University of Maryland School of Medicine (UMSOM). 

Berdasarkan meta-analisis penelitian yang dirilis di jurnal Neurology pada 2022, ditemukan bahwa orang dengan golongan darah A lebih berisiko terkena stroke sebelum berusia 60 tahun. 

Temuan ini berdasarkan 48 studi tentang genetika dan stroke iskemik yang melibatkan 17.000 pasien stroke dan hampir 600.000 partisipan sehat sebagai kontrol yang tidak mengalami stroke. 

Para peneliti kemudian menganalisis kromosom yang terkumpul untuk mengidentifikasi varian genetik terkait stroke dini

Area kromosom tersebut mencakup gen yang menentukan golongan darah seseorang, yang meliputi golongan darah A, AB, B, atau O. 

Hasilnya, ditemukan bahwa orang-orang yang mengalami stroke lebih dini memiliki golongan darah A. Sebaliknya, orang dengan golongan darah O berisiko lebih rendah terkena stroke dini.

"Memiliki golongan darah A meningkatkan risiko Anda sekitar 16 persen untuk terkena serangan stroke awal, tetapi hanya sekitar 5 persen untuk serangan stroke selanjutnya," kata Profesor Kedokteran di UMSOM sekaligus peneliti utama studi, Braxton D. Mitchell seperti yang dikutip Euro News dilansir dari Tirto, Jumat, 9 September 2022.

Meskipun penelitian membawa kesimpulan bahwa orang dengan golongan darah A lebih berisiko mengalami stroke, belum bisa dijelaskan apa penyebab pastinya. Menurut Mitchell ini bisa terjadi karena risiko pembekuan darah setiap golongan darah. 

"Kemungkinan ada hubungannya dengan faktor pembekuan darah seperti trombosit dan sel yang melapisi pembuluh darah serta sirkulasi protein lainnya, yang semuanya memainkan peran penting. Berperan dalam perkembangan pembekuan darah,” terang dia. 

Baca Juga: Bertahan Hidup di Alam Bebas, Apple Watch Ultra Bisa Digunakan di Kondisi Ekstrem

Lebih lanjut, menurutnya orang dengan golongan A memiliki risiko sedikit lebih tinggi mengalami pembekuan darah di kaki dibanding golongan darah lainnya. 

Kondisi ini disebut sebagai deep vein thrombosis, sehingga dikaitkan dengan risiko stroke. "Kami jelas membutuhkan lebih banyak studi lanjutan untuk mengklarifikasi mekanisme peningkatan risiko stroke,” kata Mitchell. 

Risiko terkena penyakit tertentu akibat golongan darah sebelumnya juga pernah diteliti oleh Harvard School of Public Health (HSPH).

Berdasarkan penelitian yang terbit pada 2012 itu ditemukan bahwa orang dengan golongan darah A, B, atau AB lebih berisiko mengalami penyakit jantung koroner dibanding orang dengan golongan darah O. 

Load More