Mirisnya, insiden dugaan kebocoran data ini justru mendapat dukungan dari sebagian besar netizen di media sosial. Netizen menjadi terpukau dan mengelu-elukan Bjorka yang menyerang pemerintah Indonesia tersebut.
Ismail Fahmi Pendiri Drone Emprit menangkap adanya gejolak atau tekanan batin para netizen Indonesia, mengapa Bjorka begitu dielu-elukan.
"Saya lihat ada suasana batin yaitu emosi dari percakapan netizen, mereka kesal," kata Ismail dalam wawancaranya di Kanal Youtube tvOneNews dikutip Beritahits.id pada Selasa, (13/9/2022).
Berdasarkan kacamatanya, selama ini netizen kesal kepada pemerintah karena kasus kebocoran data yang pernah terjadi sebelumnya. Di antaranya kebocoran data BPJS dan Tokopedia.
Namun sampai saat ini tidak ada tindak lanjut. Upaya pembobolan data pribadi juga masih kerap dirasakan netizen.
"Yang paling kerasa sendiri di kalangan netizen adalah spamming. Padahal saat mereka registrasi dijanjikan datanya aman tapi tetap saja dapat spamming lewat SMS," ungkapnya.
Spamming adalah penggunaan perangkat elektronik untuk mengirimkan pesan secara bertubi-tubi tanpa dikehendaki oleh penerimanya.
Kemudian Bjorka muncul bak pahlawan bagi netizen dan menunjukan kelemahan-kelemahan pemerintah Indonesia.
Sebaliknya, Ismail juga mengingatkan jika kemunculan Bjorka justru bisa merugikan netizen dikemudian hari.
Baca Juga: Kapan Waktu Sholat Hajat? Ini Tata Cara Lengkap dengan Bacaan Niat
"Di balik melihat Bjorka seperti pahlawan mereka tidak sadar ada bahaya besar yang muncul. Sebetulnya karena apa yang di share Bjorka itu ada data-data yang merugikan netizen itu sendiri," ucapnya.
"Bisa dibuat penipuan. Memudahkan orang yang akan menipu," lanjut Ismail.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026