TANTRUM - Me time didefinisikan sebagai waktu yang dihabiskan untuk bersantai sendiri atau melakukan sesuatu untuk mengurangi stres atau memulihkan energi.
Me time bukan suatu hal yang egois jika itu dapat membantu Anda menjadi lebih baik. Kenyataannya, ada situasi ketika ibu butuh me time dan beristirahat dari aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, me time sangat penting dilakukan. Setidaknya lakukan me time selama 15 menit sehari. Rencanakan untuk me time sekali atau dua kali dalam sebulan.
dr. Carla Pramudita Susanto dari Hello Sehat dicuplik Minggu, 18 September 2022, mengatakan semua ibu, baik yang sedang hamil, baru melahirkan, maupun mengurus anak, butuh me time untuk membebaskan diri dari stres berlebih dan jadwal yang sibuk.
Pasalnya, menjadi seorang ibu bukanlah tugas yang mudah. Selain mengurus rumah, anak, dan suami, seorang ibu juga dituntut untuk sempurna.
Ibu dianggap harus kuat, tidak boleh mengeluh, dan harus bisa menjalankan peranan apapun. Kondisi inilah yang kerap menjebak para ibu untuk berlaku, seperti “wonderwoman”.
Meski begitu, alasan ibu butuh me time bukan sekadar membebaskan diri dari kesibukannya. Ada banyak yang bisa ibu peroleh jika bisa meluangkan waktu untuk dirinya sendiri.
Apa saja itu? Berikut adalah lima alasan dan manfaat mengapa penting bagi semua ibu butuh me time demi kebahagiannya.
Baca Juga: Agar Selamat Sampai Tujuan, Doa Menaiki Kendaraan
Setelah seharian mengurus rumah dan anak, ibu pasti merasa lelah dan kehilangan energi.
NHS pun menyebut, ibu yang sedang hamil dan baru melahirkan lebih rentan lelah karena faktor perubahan hormon pada tubuhnya.
Oleh karena itu, ibu butuh me time untuk mengisi kembali jiwa, pikiran, dan tenaga Anda agar dapat mengurus segala sesuatunya.
2. Menjaga kesehatan mental anak
Bayi Anda juga perlu berada jauh dari Anda untuk beberapa waktu. Ini penting bagi anak Anda untuk mengembangkan ikatan emosional dengan orang-orang disekitarnya.
Pasalnya, jika terus berada di samping ibunya, anak akan terlalu bergantung pada ibunya, sehingga secara emosional, mental, dan otaknya tidak akan berkembang.
Tag
Berita Terkait
-
Dukung Regulasi BPA Demi Lindungi Kesehatan Publik Terus Mengalir
-
Senam Jantung Anti Ribet! Lakukan 5 Gerakan Ini di Rumah
-
Redakan Nyeri Punggung dan Sendi, 7 Manfaat Gerakan Salat
-
Awas Bisa Menjalar ke Kaki! Jangan Abaikan Kanker Prostat
-
Ada Tiga Kelompok Rentan Terpapar Cacar Monyet, Kemenkes Jadikan Prioritas Penerima Vaksin
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Campus League 2026 Jakarta: Binus dan UPH Sapu Bersih Tiket Final Putra-Putri
-
25 Link Poster Ucapan Hari Raya Waisak 2026 Gratis, Bisa Langsung Download dan Dibagikan
-
5 Fakta Final Liga Champions: Dominasi PSG, Arsenal Cuma Keren di Atas Kertas
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
PSG Dibungkam! Gol Cepat Havertz Bawa Arsenal Unggul di Final Liga Champions
-
Tampil di Specteve 2026, Efek Rumah Kaca Bawa Pesan Emosional Lewat Lagu 'Di Udara'
-
Qurban Era Digital: Bagaimana Teknologi Mengubah Tradisi Idul Adha di ASEAN
-
Lebih dari Sekadar Kurban, Iduladha Juga Mengajarkan Arti Kepedulian
-
Energi Ceria Khas Brasil Hadir dalam Koleksi Sandal Penuh Warna
-
Budapest Membara! Bentrokan Fans Arsenal vs PSG Pecah Beberapa Jam Sebelum Final Liga Champions