TANTRUM - Indonesia memiliki deposit aspal alam yang sangat besar, namun pada 2017 Indonesia menjadi importir aspal ke-10 di dunia senilai 371 juta dolar AS. Sedangkan pada 2018 nilai impor aspal mencapai 460 juta dolar AS, lalu pada 2019 melejit menjadi 550 juta dolar AS atau menjadi importir terbesar ke-5 di dunia. Kebutuhan aspal Indonesia 1,22 juta ton pada 2018 dan 1,31 juta ton pada 2019.
Adapun aspal impor itu berasal dari jenis aspal minyak yaitu aspal dari residu pengilangan minyak yang memenuhi 77,39 persen pada 2018 dan 85,26 persen pada 2019. Impor terbesar dilakukan dari Singapura, negeri yang tidak memiliki sumberdaya alam. Penggunaan aspal Buton, disebut asbuton hanya sekitar 0,3 persen saja. Sisanya dipenuhi oleh aspal minyak produksi Pertamina.
Dengan kekayaan alam yang dimiliki, Indonesia hanya perlu memperkuat inovasi, riset, dan teknologi, untuk mengolahnya. Sedangkan teknologi aspal minyak, katanya, Indonesia tinggal menggunakannya saja karena sudah ditemukan negara lain.
"Yang punya aspal alam kan cuma kita dan Trinidad, ya kita yang harus melakukan riset sendiri," kata Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel dalam keterangannya, Selasa, 27 September 2022.
Gobel berpendapat melalui inovasi dan riset pasti akan ditemukan cara untuk meningkatkan kualitas asbuton.
“Misalnya dicampur dengan bahan lain seperti karet,” katanya.
Sebagai perbandingan, ia menyatakan asbuton digunakan China untuk membangun jalan tol, jalan di kota Shanghai, jalan di Anhui, serta jembatan yang membelah laut di Jiangsu.
“Tentu mereka sudah mengkalkulasi kualitasnya dan pasti sudah dilakukan inovasi. Sehingga tak ada alasan bahwa asbuton hanya untuk jalan lingkungan dengan tekanan di bawah 10 ton,” katanya.
Gobel memuji kesungguhan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang mendorong penggunaan asbuton untuk pembangunan maupun preservasi, antara lain melalui Peraturan Menteri PUPR Nomor 18 Tahun 2018 dan Surat Edaran Menteri PUPR 30 Desember 2020.
Baca Juga: Geisha Ogah Tinggalkan Roby
Selain itu pemerintah juga memiliki sejumlah peraturan tentang penggunaan produk dalam negeri maupun Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).
"Jadi dari sisi regulasi sudah mencukupi, tinggal bagaimana melaksanakannya. Dan kita mengapresiasi atas tekad dan semangat Menteri PUPR untuk mewujudkannya," kata Rachmat Gobel.
Ia menegaskan, tingginya ketergantungan terhadap aspal impor dan bahan baku impor dinilai sangat merugikan.
"Selain menguras devisa, karena sebagian besar anggaran pembelian aspal untuk infrastruktur lari ke luar negeri, juga berarti sekitar 70-85 persen dari anggaran pembelian aspal dinikmati oleh asing,” katanya.
Wakil Ketua DPR RI Bidang Koordinator Bidang Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel menyatakan Indonesia harus memiliki target khusus untuk berswasembada aspal.
“Kita sudah dianugerahi kekayaan alam aspal tapi malah disia-siakan. Kita justru jadi salah satu importir aspal terbesar di dunia,” kata Gobel lewat keterangannya di Jakarta, Selasa. Hal tersebut disampaikan Gobel usai melakukan perjalanan ke Sulawesi Tenggara dan berbincang dengan Gubernur Sultra Ali Mazi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati