/
Kamis, 29 September 2022 | 06:05 WIB
Ilustrasi nyeri otot yang dialami. (Unsplash/Afif Kusuma)

Perbedaan nyeri otot dan nyeri sendi dapat terlihat dari nyeri yang dirasakan. Nyeri otot biasanya akan terasa tajam, area nyerinya terasa lebih luas, serta muncul kejang otot di mana otot terasa mengencang.

Selain itu, nyeri otot termasuk temporer atau bisa menghilang dalam beberapa hari. Jika nyeri otot disebabkan oleh virus atau infeksi, seseorang mungkin juga mengalami demam.

Nyeri otot juga bisa menjadi lebih baik ketika area tersebut dilatih, misal dengan meregangkan otot. Itu karena menggerakkan otot yang sakit dapat membantu melepaskan racun dan asam laktat yang menumpuk di dalamnya. 

Untuk mengatasi nyeri otot, Anda juga dapat memberikan pijatan lembut, mengompres dingin bagian yang sakit, mengoleskan salep antinyeri, atau mengonsumsi obat antinyeri

Karena nyeri otot sering berkaitan dengan olahraga, sebaiknya Anda tidak melewatkan pemanasan dan pendinginan. Pastikan Anda melakukan gerakan olahraga yang benar, serta mencukupi kebutuhan cairan per hari.

Kapan nyeri otot harus diperiksakan ke dokter? Segera periksa bila Anda mengalami beberapa gejala di bawah ini:

- Nyeri pada otot dirasakan terus-menerus dan tidak membaik dengan pemberian obat antinyeri.
- Nyeri menjalar.
- Nyeri memengaruhi tidur Anda atau memburuk di malam hari.
- Rasa sakit atau kesulitan saat melakukan gerakan tertentu, seperti meraih ke belakang, mengangkat lengan di atas kepala, atau menahan beban.

Itulah perbedaan dari nyeri sendi dan nyeri otot. Membedakan keduanya sangatlah penting karena berkaitan dengan pilihan terapi yang akan dilakukan. 

Agar mendapatkan penanganan yang tepat, tentunya Anda perlu memberikan informasi yang sesuai, bukan?

Baca Juga: Doa saat Harapan Terwujud

Selain itu, pengobatan untuk kedua jenis nyeri ini ada yang sama dan ada pula yang berbeda, tergantung dari penyebab yang mendasarinya.

Load More