TANTRUM - Salah satu produk yang selalu hadir di kotak P3K adalah obat merah bernama Betadine. Di balik hadirnya Betadine ternyata menyimpan cerita menarik, khususnya mengenai sosok pembuat awalnya.
Produk tersebut dibuat oleh seorang mantan anggota Kopassus atau RPKAD sebelumnya, bernama Kahar Tjandra. Kahar Tjandra lahir di Padang, 24 November 1929.
Dicuplik dari Kumparan, Jumat, 30 September 2022, ia tumbuh dan besar di Sawahlunto. Adapun ayahnya bernama Hardi Sjarif dan ibunya bernama Noviar Sjarif.
Pendidikan Kahar sempat terhenti di kelas 7 sebelum akhirnya dapat menamatkan pendidikannya di saat zaman Jepang.
Saat SMA, ia meminta untuk sekolah di Jakarta. Ia memutuskan untuk kuliah kedokteran di Universitas Indonesia.
Lulus dari kedokteran, ia melanjutkan ke spesialisasi laboratorium. Berkat gelar tersebut yang mengantarkan Kahar menjadi dokter perwira di kesatuan kesehatan RPKAD dengan pangkat letnan satu.
Usai mengabdi di RPKAD, Kahar kemudian melanjutkan kariernya di RSCM selama 20 tahun sembari mengajar di FKUI.
Pada tahun 1967, Tjandra membuka Apotek Mahakam. Setelah pensiun, ia menggeluti bisnis medis dan mengeluarkan produk obat anti septik yang sangat terkenal dengan merek Betadine.
Setelah bisnis farmasinya berkembang pesat, Kahar mengekspansi bisnisnya ke sektor perhotelan dengan mendirikan Hotel Gran Mahakam.
Baca Juga: Rawat Kulit dari Dalam Tubuh, Lakukan 7 Cara Alami Ini
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga