TANTRUM - Asam urat menjadi masalah kesehatan yang sering dikeluhkan sebagian masyarakat Indonesia. Dalam bahasa medis, asam urat disebut dengan istilah gout.
Gangguan itu ditandai dengan menumpuknya asam urat di dalam tubuh dan sulit dikeluarkan. Penumpukan tersebut kemudian akan menjadi kristal-kristal dan biasanya terjadi di sekitar sendi serta ginjal.
Asam urat sendiri merujuk kepada zat sisa yang dibentuk tubuh ketika purin sedang dalam proses metabolisme. Purin biasanya ditemukan di dalam berbagai makanan dan minuman, misalnya hati, seafood, dan alkohol.
Tanda pertama seseorang mengalami asam urat adalah nyeri di jempol kaki. Biasanya kondisi ini menyerang satu sendi pada satu waktu. Tetapi, asam urat dapat menyebar ke sendi lain serta membuatnya tampak merah dan bengkak.
Saat ini, tersedia berbagai macam obat untuk mengatasi gejala asam urat, bahkan bisa dibeli tanpa resep dokter. Apa saja? Simak ulasan dokter berikut ini.
Menurut dr. Atika dari laman Klik Dokter, obat asam urat yang aman dibeli sendiri di apotek meliputi jenis analgesik atau obat antinyeri.
“Kalau misalkan merasakan nyeri dari asam urat, bisa beli obat nyeri. Tapi, tetap yang aman-aman saja, misalnya parasetamol,” terang dr. Atika.
Sementara, beberapa obat yang perlu pengawasan atau anjuran dokter adalah:
1. Obat yang Bersifat Antiinflamasi
Baca Juga: Jabar Future Leaders Scholarship 2022, 614 Beasiswa Pendidikan Diserahkan
Obat ini berfungsi mengurangi rasa sakit dan pembengkakan pada persendian selama asam urat kambuh. Namun, penggunaannya tetap harus di bawah pengawasan dokter.
“Untuk obat-obat yang bersifat antiinflamasi seperti NSAID, konsumsinya harus di bawah pengawasan dokter. Karena, pemakaian berlebihan atau di luar dosis bisa berbahaya dan memberikan efek samping kepada tubuh,” jelas dr. Atika.
2. Allopurinol
Obat ini bisa mengurangi produksi asam urat di dalam tubuh. Meski begitu, penggunaannya harus sesuai resep dokter.
“Obat asam urat seperti allopurinol yang sifatnya menurunkan kadar asam urat di dalam darah tidak boleh dibeli sendiri, harus digunakan dengan anjuran dokter. Karena, salah penggunaan justru bisa membuat efek samping,” sebut dr. Atika.
Selain itu, masih ada lagi obat-obatan yang perlu pengawasan dokter untuk mengobati asam urat akut, antara lain:
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Gugur Gunung Tandang Gawe, Saat Wayang Bicara Soal Kriminalisasi dan Ketimpangan Sosial
-
Cara Aktivasi BSB Mobile Terbaru 2026: Panduan Lengkap Tanpa Harus Antre di Kantor Cabang
-
Siapa Owner Hanania Travel yang Lakukan Penipuan Umrah?
-
Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung Akhir Juni, PSI Sebut Antusiasme Warga Tinggi
-
Buntut Aksi Anarkis Viral di Tol JORR, Sopir Taksi Online Diciduk Polisi di Ciputat
-
Alternatif Bubble Wrap, Bisakah Honeycomb Paper Wrap Menyelamatkan Masa Depan Belanja Online?
-
Dibongkar Tasya Farasya, Produk Rp100 Ribuan Ini Mirip Foundation Estee Lauder
-
"Bara Sang Pengarang", Novel Fantasi Misteri Sarat Makna
-
Bupati Pandeglang Tuai Kontroversi Usai Lantik Tersangka Kasus Tabrakan Maut Jadi Staf Ahli
-
Cekcok dengan Istri, Pria di Toba Bakar Rumah Mertua hingga Ludes