TANTRUM - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan masih ada pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang tak mau menerima kredit perbankan.
“Saat saya kunjungan ke pasar basah, ada beberapa pedagang yang tidak mau mendapatkan kredit karena merasa bisnis jalan dan tidak perlu kredit. Ada juga yang tidak mau kredit karena mereka takut berutang,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa.
Ia meminta perbankan untuk terus meningkatkan sosialisasi agar lebih banyak pelaku UMKM yang mau mengambil kredit perbankan, terutama Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Terlebih, melihat sejumlah pasar basah memiliki potensi besar untuk menjadi sasaran kredit perbankan karena banyak UMKM yang memiliki bisnis yang bertahan dengan omzet besar namun belum mengakses kredit perbankan.
“Ini tugas perbankan terkait inklusivitas untuk bisa masuk ke pasar basah di daerah masing-masing,” ujar Airlangga.
Pemerintah telah meningkatkan target penyaluran KUR dari Rp370 triliun menjadi Rp450 triliun untuk tahun 2023.
Adapun realisasi penyaluran KUR secara nasional sepanjang tahun 2023 sampai dengan 12 Juni 2023 telah mencapai Rp87,48 triliun dan diberikan kepada 1,6 juta debitur.
Sementara selama satu dekade, sambung Airlangga, realisasi penyaluran KUR untuk UMKM baru mencapai Rp1.200 triliun atau sekitar 20 persen dari total kredit nasional sebesar Rp6.000 triliun.
“Presiden berharap realisasi berubah menjadi 30 persen. Keberpihakan ini yang harus didorong,” ujar Airlangga.
Baca Juga: KJEJ Kecam Kampanye Negatif Pemimpin Pasar AMDK terhadap Kompetitor
Airlangga menjelaskan, bantuan pembiayaan KUR bertujuan untuk membantu UMKM bisa naik kelas.
Salah satu program pemerintah adalah KUR Klaster yang menyasar kelompok usaha yang melibatkan mitra usaha untuk perkebunan rakyat, perikanan rakyat, peternakan rakyat, industri UMKM, serta kelompok usaha yang memproduksi produk lokal, berbahan baku lokal dan usaha produktif lainnya.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat realisasi KUR Klaster per 15 Desember 2022 sebanyak Rp4,8 triliun atau 96,7 persen dari total Rp4,9 triliun. Adapun jumlah akses KUR Klaster mencapai 14.888 klaster dengan jumlah pelaku UMKM sebanyak 1,3 juta unit.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Heboh Pengunjung Tewas Jatuh dari Lantai 4 Plaza Medan Fair, Diduga Bunuh Diri
-
'Maaf, Nggak Open House', Benarkah Gen Z Kini Pilih Privasi Saat Lebaran?
-
THR Tak Lagi Pakai Amplop, Transfer Digital Kini Geser Tradisi Lebaran?
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
-
Kumpul Keluarga Inti Kini Jadi Pilihan, Tradisi Lebaran Ramai-Ramai Mulai Ditinggalkan?
-
Lelah Arus Mudik? Ini 5 Destinasi Alam di Bogor untuk Self-Healing Bareng Keluarga
-
Misteri Terkuak di Cipayung! 7 Fakta Kunci Kasus Pembunuhan Wanita DA yang Ditemukan Tewas Terkunci
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Hari Fitri, Uang Baru Berpindah Tangan, Berbagi Tetap Hidup, Meski Keadaan Tak Selalu Ringan
-
Waspada Macet Total! Senin Besok Diprediksi Puncak Arus Balik di Jalur Puncak-Cianjur