Artis Ammar Zoni sudah dua kali terjerat kasus narkoba. Dia pun menceritakan bagaimana pengalaman ketika dipindahkan ke Rutan Cipinang akibat kasus narkoba nan menjeratnya tersebut.
Ammar juga awalnya mengira akan langsung ditempatkan ke pusat rehabilitasi, namun ternyata masih harus berada di pusat penampungan menunggu, assessment di Rutan Cipinang.
Hal ini disampaikannya dalam bincang bersama Deddy Corbuzier. Ammar Zoni juga mengatakan jika saking ramainya di tempat penampungan tersebut, ia pun tidur sambil duduk.
"Sempet tidur duduk. Pertama itu pikiran udah kemana-mana pas jaksa bilang dilempar ke Rutan Cipinang udah kacau banget pikiran," aku Ammar Zoni.
"Pas sampai di sana emang gak dapat privilege apa-apa juga disamakan sama semua orang, walaupun seorang Ammar Zoni, oh jadi seperti ini rasanya di penjara," akunya Ammar Zoni.
Ammar ditempatkan ternyata di sebuah penampuang bersama hampir 250 orang narapidana dengan beragam kasus hukumnya.
"Setelah jalani assessment kita ditaruh di penampungan yang isinya sekitar 250 orang," sambung dia.
Ammar Zoni juga mengatakan jika dirinya tiga hari berada di penampungan tersebut serasa sudah bertahun-tahun.
"Tiga hari dikasih kesempatan pindah ke kamar sendiri, namun tiga hari rasanya kayak tiga tahun," ungkapnya.
Ammar Zoni baru bebas dari kasus penyalahgunaan narkotika untuk kedua kalinya yang pertama kasus ia mengkonsumsi ganja sedangkan kedua ini Ammar mengonsumsi narkotika jenis sabu.
Artis sinetron Ammar Zoni cerita soal pengalamannya ketika dipindahkan ke Rutan Cipinang karena kasus narkoba yang menjeratnya.
Berita Terkait
-
Ammar Zoni Bilang 'Irish Bella Berhak Mendapatkan yang Lebih Baik' Kode Cerai?
-
Pakai Sabu karena Mau Kurus, Ammar Zoni Disentil: Bohong, Banyak Duit ke Dokter Gizi Aja
-
Ammar Zoni Keluar Penjara Jadi Sopir Ojol, Irish Bella Pindah ke Rumah Orangtua
-
Ammar Zoni Bangkrut Usai Bebas Dari Penjara, Intip Lagi 6 Koleksi Tas Mewah Milik Irish Bella
-
Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Irish Bella Sempat Curhat Ammar Zoni Emosinya Meledak-ledak
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026