SuaraTasikmalaya.id – Merasa mendapat upah tidak layak dalam rentan waktu lama, buruh Pertamina Terminal Tasikmalaya melakukan mogok kerja.
Sebelum melakukan aksi besar, mereka mengaku sudah berusaha melalui prosedur perusahaan, akan tetapi tetap tidak digubris.
Akhirnya, ratusan buruh dan sopir mobil tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) PT Pertamina Patra Niaga Terminal Tasikmalaya, Jawa Barat, memutuskan mogok kerja.
Mereka juga melakukan penghadangan pada truk tangki BBM di depan kantornya, Senin (5/9/2022).
Aksi mogok kerja ini akan dilakukan selama tiga hari, dan selama itu mereka tidak akan bekerja.
Mereka rela tidak kerja demi menuntut kenaikan upah minimum kerja (UMK) di mana saat ini sudah terjadi kenaikan harga BBM.
Saat unjuk rasa, mereka juga mengajak rekannya yang lain ikut berjuang menyuarakan nasib mereka.
Massa aksi satu suara akan tetapi berjua demi meningkatkan upah layak dari Pertamina.
"Kami sudah beberapa kali melakukan aksi ini ke Kantor Wali Kota Tasikmalaya, DPRD Kota Tasikmalaya berkaitan upah minimum kerja,” katanya.
“Tapi, hingga saat ini kami yang telah bekerja di lingkungan PT Pertamina Patra Niaga Terminal Tasikmalaya, belum mendapatkan kejelasan sampai naik BBM sekarang," jelas Ketua Serikat Buruh Migas Tasikmalaya, Gandung Cahyono kepada wartawan, Selasa (6/9/2022).
Dalam menyuarakan aspirasinya, Gandung mengatakan mogok kerja tiga hari ini melibatkan pekerja mobil tangki, tenaga kerja jasa penumpang (TKJP), layanan terpadu satu atap (LTSA), jalur pipa dan Patra Jasa.
Massa aksi hanya meminta perhatian dan peningkatan kesejahteraan, karena selama ini tak pernah mendapatkan upah layak.
"Tambah lagi sekarang harganya (sembako) pada naik untuk kebutuhan karena naik BBM. Miris, kami kerja di Pertamina, tapi gajinya begini tak layak," tambah dia.
Selama melakukan perundingan, Gadung mengaku tidak pernah ada jalan keluar tentang upah layak.
"Tidak ada penyelesaian yang dilakukan perusahaan alih daya PT Garda Utama Nasional terhadap pekerja awak mobil tangki di Pertamina Terminal Tasikmalaya," kata dia.
Dia menilai, adanya momen kenaikan BBM ini jadi jalan untuk terus berjuang demi mendapat upah layak.
Mereka mengancam, jika tuntutan tidak dipenuhi, akan ada aksi mogok massal secara Nasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
73% CEO Khawatir Risiko Regulasi, Askrindo Andalkan GCG Perkuat Bisnis
-
Media Sosial vs Real Life: Hidup Sempurna di Feed, Berantakan di Dunia Nyata
-
Terima Presiden Lukashenko, Prabowo Resmikan Roadmap Kerja Sama Indonesia-Belarus
-
Bocoran Spesifikasi dan Harga Leapmotor B10 yang Segera Melantai di GIIAS 2026
-
Taruna Akmil Latih Sekolah Rakyat: Haruskah Militer Masuk Ranah Pendidikan?
-
4 Motor 150cc Termurah dan Irit buat Pelajar, Apa Opsinya?
-
Apa Saja Parfum yang Ada di Alfamart? Ini 6 Pilihan dengan Wangi Elegan dan Segar
-
ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs
-
Paspor Lebanon Gianni Infantino: Saat Politik Dilarang di Lapangan, Tapi Dihalalkan di Kursi VVIP
-
Tak Cuma Ganggu Mental, Stres Kerja Bisa Picu Hipertensi hingga Diabetes