/
Kamis, 08 September 2022 | 18:53 WIB
Kolase foto dokumen mendiang Brigadir J dan Kamaruddin Simanjuntak. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/ist)

SuaraTasikmalaya.id - Sejak adanya kasus pembunuhan pada Brigadir J, kuasa hukum bernama Kamaruddin Simanjuntak mengaku diincar seorang anggota Polri yang bertugas sebagai kapolda di daerah.

Bahkan anggota Polri yang bertugas sebagai kapolda ini, sudah mendatangi Kamaruddin Simanjuntak.

Dia mengaku, peristiwa itu terjadi ketika dirinya sudah usai melaporkan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J 

Tentang peristiwa Kamaruddin Simanjuntak diincar anggota Polri yang menjadi kapolda di daerah, diucapkan pengacara keluarga Brigadir J yang lain, Martin Lukas Simanjuntak. 

Diceritakannya, Kapolda tersebut menemui Kamaruddin pada 18 Juli 2022. Ketika itu, Kamaruddin dan tim baru saja melaporkan Ferdy Sambo atas kematian Brigadir J.

Kapolda tersebut dikatakan Marti langsung memberi pesan agar Kamaruddin tidak banyak ngoceh.

"Ketemu di Jakarta, (Kapolda dan Komaruddin Simanjuntak) datang dari daerah," kata Martin Lukas pada program Apa Kabar Indonesia Malam, tayang di TV One, Selasa (6/9/2022).

Ketika ditanya nama atau sosok kapolda tersebut, Martin enggan menyebut nama dan daerah tempat kapolda itu bertugas.

Martin malah mengatakan, jika dirinya tidak tahu siapa yang memberi perintah agar kapolda tersebut menemui Kamaruddin Simanjuntak.

Baca Juga: Bermula Dari Prank, Fitri Tropica Wujudkan Ugly Cake Untuk Anaknya

"Saat itu (Kamaruddin) diminta cooling down (mendinginkan suasana)," ucap Martin Lukas. 

Sebagai informasi, hingga saat ini tercatat tiga kapolda yang menjadi sorotan publik lantaran diduga terlibat menyokong skenario Ferdy Sambo dalam kasus pembunuhan sadis Brigadir J. 

Terkait nama ketiga kapolda tersebut, Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo mengatakan sudah didengar Timsus dan Itsus.

Dikatakan Dedi, Itsus atau Inspektorat khusus akan mendalami informasi itu. Meski begitu, Dedi belum mengungkap kapan ketiganya diperiksa.

Sebagai informasi, awalnya kasus pembunuhan Brigadir J, dikatakan akibat tembak menembak, yang diawali terjadinya pelecehan di Duren Tiga

Namun setelah semua mata menyoroti kasus tersebut, semua berubah. Dari pengakuan Bharada E, kematian Brigadir J bukan baku tembak, tapi ditembak dari jarak dekat.

Load More