SuaraTasikmalaya.id – Pembunuhan berencana terhadap Nopriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J, siap dihadapkan ke muka persidangan.
Setidaknya ada 30 jaksa yang dipasang untuk menghadapi perkara dugaan pembunuhan berencana yang diotaki Ferdy Sambo.
Mantan Kadiv Propam Polri ini terancam hukuman maksimal, hukuman mati setelah diduga menjadi otak atau dalang pembunuhan Brigadir J.
Bukan itu saja, dampak dari Ferdy Sambo menggunakan kekuasaannya sebagai jenderal bintang dua dan mengepali Propam, akan menjadi hal yang disebut-sebut memberatkannya.
Untuk menegakkan keadilan dalam kasus pembunuhan Brigadir J, Kejaksaan mengatakan sudah siap menghadapi perkara Ferdy Sambo.
Kejaksaan Agung (Kejagung) sudah memastikan semua persiapan dan perangkat hukum untuk proses peradilan.
Dalam meladeni perkara Ferdy Sambo, ada 30 jaksa yang telah dipersiapkan Jaksa Agung, ST Burhanuddin dan tim.
Hal itu disiapkan secara matang demi menuntaskan perkara dugaan pembunuhan berencana yang melibatkan institusi Polri dan banyaknya anggota polisi.
"Kita persiapan sudah matang (sidang perkara Ferdy Sambo). Kita sudah siapkan 30 jaksa untuk kasus ini," ujar Burhanuddin kepada awak media, Rabu (28/9/2022) dikutip dari PMJ News.
Di mata Burhanuddin, perkara Ferdy Sambi tidak ada yang istimewa. Dia menyebut kasusnya sama seperti yang lain.
Dijelaskan Burhanduddin, perkara Ferdy Sambo ini tidak memiliki varietas spesifik dari kasus pembunuhan biasa.
Namun, dia mengaku ada perbedan yang membuat kasus tersebut jadi sorotan, yakni para pelaku dan efek domino dari semenjak pembunuhan hingga kasus ini akhirnya terungkap.
"Perkara ini (pembunuhan berencana Brigadir J) biasa saja. Tidak ada yang spesifik," katanya.
"Cuma bedanya hanya pelakunya (Ferdy Sambo Cs). Akhirnya menjadi hal yang spesial dan menjadi sorotan masyarakat," katanya.
"Kasusnya sendiri ini hal biasa, tapi kami (sudah) siap (sidang perkara Ferdy Sambo)," ujar dia.
Berita Terkait
-
Pernyataan Mengejutkan Ayah Brigadir J, Singgung Doa Pendeta Gilbert Lumoindong di Makam Yoshua
-
Bak Api Disiram Bensin Dengar Ucapan Pendeta Gilbert Lumoindong, Ayah Brigadir J yang Mengaku Lelah Langsung NgamukAnaknya Difitnah
-
Ditolak Hotman Paris, Kini Istri Ferdy Sambo Tunjuk 2 Eks Pegawai KPK Jadi Kuasa Hukum Barunya
-
Polri Bantah Ferdy Sambo Ditahan di Sel Mewah, Netizen: Ruangan yang Benarnya Mana?
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Asus Chromebook CM32 Debut dengan Chip MediaTek dan Layar 2.5K, Baterai Tahan 13 Jam
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto
-
Registrasi Ulang Pelat Kendaraan: Pelayanan Publik atau Beban Administratif?
-
4 Moisturizer Hada Labo Paling Laris di Shopee, Formula Sulit Ditemukan di Brand Lain
-
Cara Aktifkan Paket Bola Gembira Full di FolaPlay untuk Nonton Piala Dunia 2026, Segini Harganya
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi
-
Harga Tiket Pesawat Meroket, Penumpang Bandara Sepinggan Turun Drastis
-
Anis Matta Akui Partai Gelora Terganjal Logistik, Urusan Pendanaan Jadi Persoalan Besar
-
5 Moisturizer Mengandung Niacinamide, Mencerahkan Sekaligus Perkuat Skin Barrier
-
Samsung Galaxy A27 Muncul di Situs Resmi, Konfigurasi Memori Terungkap