/
Minggu, 09 Oktober 2022 | 07:01 WIB
Bharada E ketika melakukan rekonstruksi penemabakan Brigadir J. igadir J. Selama ini Bharada E selalu menolak bertemu Ferdy Sambo. Namun saat persindangan nanti keduanya akan saling memberi kesaksian. (dok Polri)

Publik dan keluarga sangat berharap jika apa yang dilakukan Ferdy Sambo Cs pada mendiang Brigadir J, dibalas secara adil.

Di dalam persidangan nanti, kemungkinan besar jika Ferdy Sambo dan Bharada E akan berhadapan.

Keduanya akan bentrok mengutarakan kesaksian berdasar fakta yang sebenar-benarnya.

Sebelumnya, Ferdy Sambo memberi perintah pada Bharada E untuk menembak Brigadir J.

Setelah kejadian itu, Bharada E masih dalam genggaman Ferdy Sambo, sehingga mau berbohong jika kejadian di Duren Tiga adalah baku temban yang dipicu kasus perkosaan.

Namun, di tengah perjalanan kasus, Bharada E menyerah dan memilih jujur pada Kapolri.

Di sana Bharada E mengatakan jika yang terjadi sebenarnya adalah bukan baku tembak, melainkan eksekusi di tempat.
 
Bharada E melawan Ferdy Sambo dengan memberi kesaksian jika dirinya hanya menjalankan perintah sang jenderal.

Sejak kejadian itu, Bharada sama sekali tidak mau bertemu Ferdy Sambo. 

Bahkan saat rekonstruksi, Bharada E benar-benar menghindar dari Ferdy Sambo.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Cek! Seberapa Stresnya Anda, Ketahui lewat Gambar Ini

Namun, dalam persidangan nanti, kemungkinan besar Ferdy Sambo akan berhadapan dengan Bharada E secara langsung.

Ferdy Sambo dan Bharada E akan bentrok di persidangan dalam memberikan kesaksian mengenai kasus pembunuhan Brigadir J.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum), Ketut Sumedana menjelaskan, kemungkinan Ferdy Sambo dan Bharada E akan saling berhadapan di persidangan.

Dikatakan Ketut Sumedana, baik Ferdy Sambo maupun Bharada E akan menjadi saksi satu sama lain dan nilai pembuktiannya akan bersifat objektif.

"Kalau bisa seperti. Karena itu nilai pembuktiannya akan objektif. Masyarakat bisa menilai," kata Ketut. (*)

Load More