SuaraTasikMalaya.id – Sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat menghadirkan saksi dari berbagai pihak. Mulai dari keluarga mendiang, eks ajudan, hingga Pekerja Rumah Tangga (PRT) yang bekerja di rumah Sambo.
Memasuki pekan ketiga, sidang kasus pembunuhan Brigadir J mulai mengungkap beberapa fakta dari berbagai saksi yang hadir. PRT Susi dan juga eks ajudan Sambo yakni Bharada E ikut memberikan kesaksian di ruang sidang.
Menurut keterangan Susi di Pengadilan Jakarta Selatan Pada Senin (31/10/2022), dikatakan bahwa ajudan Putri Candrawathi semuanya adalah pria dan hal tersebut membuat Morgan Simanjuntak selaku hakim anggota heran.
"Setahu hakim, ajudan istri jenderal itu sebenarnya harus perempuan juga, harus perempuan. Itu kalau di militer begitu. Entah lah di kepolisian. Ajudan istri jenderal jadi laki-laki", ungkap Morgan.
Dikonfirmasikan kembali ke Susi terkait tak ada ajudan wanita, Susi tetap menjawab tidak ada. Hal ini ditujukan untuk menggali motif pembunuhan berencana terhadap Brigadir J alias Yosua.
Fakta mengejutkan lainnya juga diungkap oleh terdakwa Richard Eliezer alias Bharada E. Eliezer menyatakan bahwa Sambo dan Putri pisah rumah dan hanya bertemu setiap akhir pekan saja.
Dikatakan bahwa rumah di Jalan Saguling ditempati oleh Putri sedangkan eks Kadiv Propam lebih sering tinggal di rumah daerah Bangka, Jakarta Selatan.
Keterangan dari Susi sebelumnya mengatakan bahwa ia sering membuatkan sarapan untuk sang majikan Sambo di Jalan Saguling. Namun keterangan dari Bharada E ini membantah keterangan sang PRT tersebut.
"Saudara saksi (Susi) mengatakan Pak FS lebih sering di Saguling dan saudara saksi sering menyediakan sarapan untuk saudara FS. Karena sesuai faktanya saudara FS ini lebih sering di kediaman di Bangka untuk Sabtu Minggu baru balik ke Saguling", terang Bharada E.
Baca Juga: Diduga Keracunan Karbon Monoksida, Pria di Kasui Tewas saat Kuras Sumur
Kesaksian PRT Susi yang sering kontradiktif dinilai sebagai kebohongan oleh Bharada E dan majelis hakim juga berpendapat demikian. Susi juga sempat diancam jika terus berbohong maka ia juga bisa dinaikkan menjadi tersangka. (*)
Sumber: Suara.com
Berita Terkait
-
Amarah Ibu Brigadir J Tak Terbendung Usir Hendra Kurniawan, Cerita 11 Juli Lalu Keluarga Yosua Diperlakukan bak Teroris!
-
Kesaksian Adzan Romer Todong Pistol ke Ferdy Sambo usai Penembakan Brigadir J: Angkat Tangan!
-
Ekspresi dan Tatapan Tajam Ferdy Sambo Tersorot Kamera, Tatapannya Berubah Saat Ayah Yosua Sebut Namanya
-
Beda Lagi! Keterangan Susi dengan Kuat, Susi Bilang Cekcok, Kuat Bilang Tidak
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gurita Bisnis Tan Kian, Taipan Properti yang Diperiksa dalam Korupsi Batu Bara
-
Norwegia Tersingkir dari Piala Dunia, Cak Imin Pindah Haluan Dukung Argentina
-
Ada 402 Rumah Sakit Angker Korea, Intip 5 Film Terbaru di Bioskop Pekan Ini
-
Nomor yang Tak Pernah Berganti, IM3 Temani Zelvan dari Bangku SMP hingga Cari Penghasilan
-
Kenapa Wasit Untungkan Lionel Messi Cs? Paredes Kartu Kuning, Embolo Malah Kartu Merah
-
5 Rekomendasi HP OPPO 5G 2026, Spek Gahar Harga Masih Masuk Akal
-
Daftar HP Realme Harga Rp1 Jutaan per Juli 2026: RAM Besar higga Baterai Awet
-
Brasil Tersingkir dari Piala Dunia, Neymar Hamburkan Rp150 juta di Meja Judi
-
Tempat Budidaya Ribuan Ikan Arwana Tanpa Izin di Pekanbaru Disegel
-
Pelajaran PPKn vs Realita Politik: Mengapa Kita Merasa Ada yang Salah?