SuaraTasikmalaya.id - Ulah haters yang melontarkan hinaan bukan hanya dialami oleh Dewi Perssik saja, Aurel Hermansyah ternyata juga pernah mengalaminya.
Akhir-akhir ini Aurel Hermansyah tengah ramai dibicarakan karena reaksinya yang menanggapi ulah haters yang melontarkan hinaan.
Diketahui haters menghina bentuk fisik atau body shaming terhadap Aurel Hermansyah pasca melahirkan dan kini menyusui.
Banyak Haters yang menganggap body goals Aurel Hermansyah sudah tidak terjaga lagi.
Tanpa banyak berkata-kata Aurel Hermansyah menanggapi ocehan haters tersebut dengan emoticon senyum.
Kendati demikian dukungan banyak datang untuk menyemangati Aurel Hermansyah, dan meminta agar dia tidak terlalu merisaukan hal tersebut.
Atta Halilintar pun juga turut memberikan semangat dan membela Aurel Hermansyah, menurutnya ibu yang sedang menyusui tidak pantas untuk dijadikan bahan hujatan.
"Kalau dihujat karena kasus, oke lah, mungkin kami diingatkan. Tapi kalau seorang ibu dihujat, itu nggak pantas ya. Itu titik paling sensitifnya perempuan," tutur Atta Halilintar seperti dikutip dari kanal YouTube Pagi Pagi Ambyar Trans TV, Rabu (23/11/2022).
Aurel Hermansyah Sempat Laporkan Haters yang Menghinanya
Kejadian ini ternyata bukan kali pertama Aurel Hermansyah mengalaminya, hinaan dan hujatan ternyata pernah ia terima saat tengah hamil anak pertamanya.
Baca Juga: Update Tarif BPJS Kesehatan Terbaru November 2022, Ada Kenaikan?
“Sebelum aku melahirkan Ameena pas aku lagi hamil aku sempet down banget karena sempet ada orang yang ngomong, anaknya tuh anak haram dan semoga nanti kalau anaknya lahir jadi anak autis yah. Aku inget banget itu dan itu rasa sakitnya luar biasa,” tutur Aurel
Aurel merasa sakit hati dengan perkataan haters tersebut dan langsung mengambil langkah hukum untuk mencari pelaku, dan ketika berhasil diamankan, Aurel menyebutkan rata-rata dari haters mengaku iseng melakukan hal tersebut.
“Dan ketika ditanya kenapa kamu ngomong gitu? Iya pengen aja. Tanpa alasan gitu, kebanyakan orang di Indonesia itu suka hate speech tapi giliran kita ketemu dia bilang maaf cuman pengen ngomong aja, pengen ketemu mba Aurel aslinya,” terang Aurel
Lebih lanjut Aurel mengatakan bahwa seorang perempuan sekaligus ibu berhak bahagia
“Aku pengen semuanya itu ga usah denger kata-kata orang harus bahagia. Apalagi jangan sampai baby blues,” katanya.
Atas hinaan yang diterima istrinya bukan hanya sekali atau dua kali, Atta Halilintar beri peringatan keras kepada haters yang menghina keluarga nya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional