SuaraTasikmalaya.id – Adanya ‘penyusup’ di kalangan wartawan di Blora, Jawa Tengah yang dilakukan anggota Polri mendapat kecaman publik.
Bahkan, sang ‘penyusup’ saat ini mendapat jabatan baru, yang sebagai kapolsek di wilayah Blora, Jawa Tengah.
Kini setelah semakin ramai pemberitaan soal intelijen polisi menyusup menjadi seorang kontributor media televisi besar, akhirnya berupanya diredam oleh Mabes Polri.
Mabes Polri juga menjelaskan soal kemudian sang ‘penyusup’diangkat menjadi seorang Kapolsek di wilayah Blora, Jawa Tengah.
Selama ini dikatakan pihak Mabes Polri jika hubungan polisi dan wartawan di wilayah Blora dan Jateng sangat baik.
Tidak pernah ada kendala yang terjadi antara Polri dan wartawan di wilayah tersebut.
Bahkan dijelaskan Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo jika kebebasan pers di Jawa Tengah sangat baik.
“Menyangkut masalah kebebasan pers di Jawa Tengah rupanya bekerja dengan sangat baik. Termasuk di Blora sendiri,” kata irjen Pol Dedi.
“Hubungan komunikasi dengan teman-teman media juga di sana tidak ada kendala. Semua berjalan dengan baik,” ujarnya.
Meski begitu, Dedi tidak berbicara lebih lanjut mengenai aturan-aturan tentang penempatan intelijen.
Dikatakannya informasi tentang penempatan anggota intel di tubuh kepolisian merupakan hal yang tertutup.
“Menyangkut masalah intelijen itu bukan hanya terjadi di Indonesia,” katanya.
“Di berbagai negara pun kebebasan-kebebasan itu sifatnya tertutup,” tandasnya. (*/PMJ News)
Berita Terkait
-
Serba-Serbi Intel Polisi: Tugas, Gaji, hingga Cara Daftar Jadi Intel
-
Intelijen Jadi Wartawan Dianggap Nodai Demokrasi, Rocky Gerung: Pers Jangan Diintai dan Diintip!
-
Polisi Periksa Intel dan Wartawan Abal-abal Karena Memeras Hotel di Kawasan Wisata
-
Cerita Rocky Gerung soal Penjual Es Lilin pada Era Soeharto, di Kotaknya Ada Pistol Ternyata...
-
Diduga Lakukan Pungli di Hotel, Wartawan Gadungan dan Warga Ngaku Intelijen Diamankan Polisi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA