SuaraTasikmalaya-Permasalah hidup yang kerap menjumpai Anda tiap hari tentunya akan mengundang depresi. Ciri-ciri depresi adalah berupa perasaan sedih, marah dan meneysal.
Itu berampak negatif kepada kesehatan mental. Karena kesehatan mental terganggu, biasanya jasamani juga terganggu. Misalnya karena depresi enggan makan, mandi dan suliit tidur.
Parahnya lagi seseorang yang sedang depresi bisa melakukan apa yang mencelakakakn diri sendiri , seperti melukai diri sendiri dengan alat, hingga bunuh diri atau mencari pelampisan dengan mengonsumsi narkoba.
Ulama NU asal Cirebon Buya Yahya menawarkan cara mengatasi depresi. Buya Yahya membagikan tips untuk mengatasi depresi di video di kanal YouTube Al-Bahjah TV pada 16 September 2022.
"Ada beberapa tips-tips untuk mengambil langkah, misalnya saja bikin suasana baru," kata Buya Yahya.
Setelah menyebutkan suasana baru, pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah ini pun mulai membagikan tips-tipsnya.
"Mungkin langkah pertama awal adalah kalau dalam bahasa dunia medis, urusan jasad kan pertolongan pertama pada kecelakaan," ucap Buya Yahya.
"Anda mungkin merasa punya depresi, kegelisahan dan lain sebagainya. Pertama membuat suasana baru atau mungkin pindah tempat. Suasana baru tentunya yang syar'i, permainan baru syar'i. Maka itu meringankan daripada depresi," sambungnya.
Tips kedua kata Buya Yahya bergaul dengan siapapun.
Baca Juga: Depresi Gara-Gara Batal Nikah, Kiky Saputri Sebut Hampir Lakukan Dosa Ini
"Kemudian anda bergaul, kalau anda pengen parah depresi anda. Silahkan anda di kamar terus sendirian," kata Buya Yahya.
"Anda yang punya depresi, bergaulah dengan orang. Orang kiri kanan anda harus tahu, bahwa anda depresi. Supaya apa, perlakuan kepada dia itu harus beda. Kita tidak boleh menyinggung urusan-urusan dia yang membuat tertekan. Kita harus menjaga. Itu perlu, itu rambu-rambu kunci bahwa tidak membiarkan dia bunuh diri," terangnya.
Dan tips terakhir mennurut Buya Yahya mencari motivasi untuk menguatkan diri. Yang beragama Islam perbanyak dzikir dan membaca Alquran.
"Cari motivasi-motivasi yang terakhir sebenarnya pertama, menguatkan tentang roh. Banyak berdzikir sambil sholawat," jelas pungkas Buya Yahya.
Berita Terkait
-
Apa Hukum Muslim Menjaga Gereja saat Natal? Begini Penjelasan Buya Yahya
-
Panduan Doa Sholat Dhuha dan Surat yang Dibaca saat Shalat
-
Wanita Wajib Tahu, Buya Yahya Ingatkan Pengaruh Makeup pada Air Wudu: Jangan Mementingkan Kecantikan!
-
Apa Hukum Merayakan Hari Ibu Menurut Islam? Ini Penjelasan Buya Yahya
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?