/
Jum'at, 23 Desember 2022 | 18:44 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (SuaraJatim/Yuliharto Simon)

SuaraTasikmalaya.id- KPK tampaknya tak menghiraukan kritikan Menko Marives Luhut Binsar Pandjaitan soal banyak operasi tangkap tangan (OTT) bisa mencoreng Indonesia.

KPK kini sedang giat mengembangkan kasus yang menjerat Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak. Sebelumnya KPK menggeladah Kantor Gubernur Jatim  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak.

Namun pasca penggeledahan itu KPK disorot tajam, pasalnya diduga ada muatan politik,

Khofifah sendiri sudah memastikan tidak ada dokumen dari ruangannya dan Emil yang dibawa oleh KPK.

"Yang terkonfirmasi di Ruang Gubernur tidak ada dokumen yang dibawa, di ruang Wagub juga. Di ruang Sekretaris Daerah (Sekda) ada flashdisk yang dibawa," tutur Khofifah, Kamis (22/12/2022).

Khofifah juga memastikan pihaknya akan mendukung sepenuhnya proses hukum yang menjerat Sahat. "Kami siap untuk membantu data jika dibutuhkan KPK," tegas Khofifah.

Berita penggeledahan ruang kerja Khofifah dan Emil sendiri sempat menggegerkan publik. Muncul juga beragam spekulasi muncul, apalagi karena kedua tokoh g cukup dikenal di dunia politik Tanah Air. Khofifah yang dikenal sebagai aktivis NU ini memang punya basis massa kuat di Jatim dan kalangan NU khususnya muslimat NU.

Misalnya saja Khofifah yang sempat digadang-gadang dapat mendampingi Bakal Calon Presiden 2024 dari Partai NasDem, Anies Baswedan. Tentu saja konstruksinya Khofifah menjadi calon wakil presiden untuk Anies. 

Salah satu yang menggaungkan wacana ini adalah pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago. Pangi meminta calon Koalisi Perubahan, yakni Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat untuk lebih memerhatikan perolehan suara di Jatim.

Baca Juga: Anies Baswedan Rancang Strategi untuk Raih Suara di Jateng dan Jatim, Politikus PKS Bocorkan Ciri-Ciri Cawapres

Pangi menyebut Jatim sebagai salah satu zonasi pertempuran primer, yakni kemenangan di Pemilu 2024 sangat tergantung dengan situasi di Jatim.

"Kunci penentu kemenangan, wilayah pertempuran perebutan suara penentu ada di Jawa Timur," ungkap Pangi, Kamis (22/12/2022).

Karena itulah Anies dan Koalisi Perubahan harus mencari cawapres yang mampu mendulang suara signifikan di Jatim. Khofifah termasuk tokoh yang paling menonjol. Dan merupakan kader NU militan.

Aalasan Pangi menyarankan Khofifah sebagai pendamping Anies adalah Khofifah kuat  di Jatim dan kalangan NU, Kelemahan Anies ada di Jateng bisa menambah suara Anies, terutama di kantong Jawa Timur, NU bisa solid," jelas Pangi      

Load More