SuaraTasikmalaya.id - Sebuah pertanyaan yang sering terlontar: bolehkah tidur sore setelah asar? Apakah Nabi tidak melarangnya atau sebaliknya?
Dilansir dari akun instagram @daengpuasa.id, 4 Januari 2023, harus kita ketahui bersama bahwa tidur adalah perkara mubah (boleh) dan bukan ritual ibadah.
Maka, sebagaimana perkara mubah yang lain, tidur dapat bernilai ibadah jika diniatkan sebagai sarana penunjang ibadah.
Menurut akun tersebut, bagi sebagian orang waktu sore adalah waktu-waktunya mengantuk karena aktivitas yang padat, sejak pagi sampai siang hari, bahkan sampai di sore pun masih ada yang melanjutkan aktivitas tersebut.
Maka kalaulah dirasa tidur sore setelah asar tidak menganggu kerjaan dan juga tidak melalaikan waktu shalat magrib, maka silahkan tidur, apalagi rasa kantuk yang tidak bisa lagi ditahan.
Lanjut akun itu, menurut Ulama Syafi'iyyah, tidur pada waktu shalat ataupun menjelang waktu shalat dimakruhkan karena dikhawatirkan tidak bangun hingga waktu shalat sudah habis.
Meskipun menurut kebiasaan orang yang bersangkutan bisa bangun sebelum akhir waktu atau ada orang yang akan membangunkannya.
"Hukum tidur bisa berubah menjadi haram bagi orang yang suka kebablasan dan tidak ada orang yang membangunkannya," lanjut akun itu.
Di samping itu, disebutkan bahwa hadis-hadis Nabi yang berkaitan dengan larangan tidur setelah ashar tidaklah shahih/valid.
Baca Juga: Tiga Bulan Lagi Dibuka, Begini 7 Langkah Cara Mendaftar UTBK-SNBT 2023
Dalam situs Islamqa.info (situs ilmiah asuhan Syekh Muhammad Sholih Al Munajid) dijelaskan,bahwa tidak hadis atau riwayat dari sahabat yang shahih berkaitan tidur setelah asar, baik berisi pujian (perintah) atau celaan (tidur setelah asar).
Lembaga fatwa kerajaan Saudi Arabia menjelaskan bahwa tidur setelah asar adalah kebiasaan sebagian orang, dan tidak terlarang tidur setelah asar. Hadis-hadis yang menerangkan larangan tidur setelah asar tidak ada yang shohih.
Kesimpulannya: Dalam kacamata Islam, tidak terlarang tidur setelah Ashar, tentunya dengan memperhatikan waktu shalat Magrib.
api ingat jangan diniatkan bablas hingga lewat magrib, atau tak ada yang akan membangunkan anda.(*)
Berita Terkait
-
Setelah Minum Kopi Bukannya Melek Malah Mengantuk? Ternyata Ini 5 Penyebabnya
-
Ya Allah Baru Tahu! Pahala Terus Berkurang jika Hewan Peliharaan Ini Ada di Rumah Kita, Ustaz Abdul Somad sampai Anak Istri Tak Bisa Makan
-
Viral Ceramah Rocky Gerung di Acara Maulid Nabi, Yusuf Dumdum: Sudah jadi 'Hujjatul Islam?'
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Respons Kejagung Soal Vonis Bebas Tiga Terdakwa Kredit Sritex
-
Warga Bogor Cek Jalur! Rekayasa Lalin 3,2 Km Diberlakukan Saat Kirab Budaya Sore Ini
-
Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Penipuan Investasi Daring di Batam
-
Pemerintah Indonesia dan Filipina Sepakat Kerja Sama Hilirisasi Industri Nikel
-
Kisah Kelam Legenda Brasil Ademir di Piala Dunia: Dari Orang Suci jadi Simbol Patah Hati
-
Apakah Ada Body Lotion G2G? Ini 5 Body Serum yang Bisa Jadi Alternatif
-
Jumlah Armada Taksi Bluebird Tembus 26 Ribu Setelah 54 Tahun Berdiri
-
Trauma Masa Kecil dan Topeng Sosial dalam Novel Andreas Kurniawan
-
Persija Terusir dari Jakarta, Paulo Ricardo Tetap Pasang Target Bungkam Persib
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?